Bayi Kembar Siam dari Paser Meninggal, Gubernur Turut Berduka Cita

Tri Murti Rahayu

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyampaikan duka cita mendalam atas meninggal bayi kembar siam dempet perut yang merupakan putri pasangan Busrani (54) dan Jumiati (35), warga RT 3 Desa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser pada Kamis (18/1) di RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Kepala Biro Humas Setprov Kaltim Tri Murti Rahayu mengatakan, bayi tersebut  merupakan putri keempat dan kelima pasangan Busrani dan Sumiati yang lahir sekitar pukul 10.00 Wita, Rabu (17/1) melalui operasi caesar.

 

Bayi kembar siam ini dilahirkan melalui operasi ceasar, namun karena kondisi kedua bayi lemah pihak rumah sakit merawat di ruang ICU RSUD Panglima Sebaya. Kemudian, guna mendapatkan penanganan intensif, bayi tersebut dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. "Gubernur telah meminta pihak RSUD Kanujoso Balikpapan maupun RSUD AWS Samarinda agar saling berkoordinasi dan menangani pasien tersebut. Bahkan, jika bisa ditolong, maka biaya perawatan maupun penanganan di rumah sakit menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi," kata Tri Murti Rahayu yang juga dibenarkan Direktur RSUD AWS dr H Rachim Dinata Marsidi di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (18/1).

 

Namun demikian, kondisi bayi kembar siam tersebut belum bisa tertolong, karena kondisi bayi kritis dan terlalu banyak kelainan dalam organ tubuhnya, termasuk di paru-paru. Karena itu, Gubernur turut berduka atas kondisi ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. "Yang jelas, Gubernur telah berupaya memberikan perhatian besar kepada bayi tersebut. Tetapi, Tuhan berkehendak lain. Meski RSUD AWS telah menyiapkan tim untuk menangani bayi tersebut," jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait