Belanja Daerah Pemprov Ikut Meningkat

Realisasi PAD Kaltim Meningkat 94,29 Persen

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kaltim mengalami peningkatan signifikan sejak 2008 hingga 2012. Realisasi pendapatan daerah dari 2008 sampai dengan 2012 menunjukkan peningkatan dari sebesar Rp6,127 triliun menjadi Rp11,904 triliun atau sebesar 94,29%.
“Keberhasilan peningkatan pendapatan ini terutama disebabkan adanya peningkatan PAD dari sebesar Rp2,070 triliun pada 2008 menjadi Rp5,409 triliun pada 2012 atau sebesar 161,31%,” ujar Awang Faroek saat menyampaikan progress report pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dari Tahun Anggaran 2009 sampai dengan Tahun Anggaran 2012, belum lama ini.
Peningkatan PAD, lanjut Awang Faroek, didominasi oleh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Kenaikan ketiga unsur PAD dilakukan Pemprov Kaltim dengan meningkatkan mutu layanan berstandar ISO dan membangun layanan publik berbasis IT (Informasi Teknologi) melalui sistem online se Kaltim.
Sementara itu, terkait dengan belanja daerah, Awang Faroek menyebut realisasi belanja daerah meningkat dari 2008 sebesar Rp6,356 triliun menjadi sebesar Rp11,339 triliun pada 2012. Hal ini sejalan dengan adanya peningkatan pendapatan pada 2008 sampai dengan 2012.
Dalam realisasi belanja daerah terdapat belanja pegawai pada 2008 sebesar Rp635 miliar, sedangkan pada 2012 meningkat menjadi sebesar Rp1,258 triliun. Kenaikan ini disebabkan adanya regulasi pemerintah terhadap kenaikan gaji pegawai dari tahun ke tahun serta penambahan jumlah pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim.
“Sedangkan realisasi rata-rata belanja pegawai dibandingkan dengan realisasi belanja daerah dari 2008 sampai dengan 2012 adalah sebesar 12 persen,” jelas Awang Faroek.
Untuk belanja modal, dari 2008 sebesar Rp1,65 triliun menjadi sebesar Rp2,50 triliun pada 2012 atau meningkat sebesar 51%. Peningkatan belanja modal dan belanja lainnya dari 2008 sampai dengan 2012 menunjukkan pelaksanaan program kegiatan yang ditetapkan dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) dan Renstra (Rencana Strategis) yang dilaksanakan oleh seluruh SKPD Pemprov maupun Pemkab/Pemkot mengalami peningkatan signifikan.
Hal itu, sambung dia, dapat dilihat dari sejumlah keberhasilan pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor. Selain itu, adanya peningkatan belanja modal yang signifikan sejak 2009 sampai dengan 2012 mengakibatkan peningkatan yang signifikan pula atas nilai aset Pemprov Kaltim yang pada 2008 sebesar Rp8,63 triliun menjadi sebesar Rp24,67 triliun pada 2012. (her/hmsprov).

 


 

Berita Terkait