Belum Ada Positif Corona di Kaltim

infografis.humasprovkaltim

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak menyatakan hingga Selasa, 3 Maret 2020 tidak ada satu pun pasien suspect (terduga) virus corona (Covid 19) di Kaltim yang dinyatakan positif. Penegasan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat baik melalui media konvensional, media online maupun media sosial yang menyebutkan virus corona sudah ‘berkeliaran’ di beberapa daerah di Kaltim.

“Untuk Kalimantan Timur, hingga saat ini belum ada pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19,” tegas Andi Ishak.

Diungkapkannya, hingga Selasa, 3 Maret 2020, di Kalimantan Timur terdapat 11 laporan kasus terkait Covid 19 dengan rincian 8 kasus dalam pengawasan, 2 kasus dalam pemantauan dan 1 discharded.

Laporan pertama diterima pada 30 Januari 2020 dari Kabupaten Berau. Dua warga negara asing berkebangsaan India  dirawat di Rumah Sakit Abdul Rivai Tanjung Redeb, Berau. Setelah diberikan pelayanan kesehatan sesuai pedoman kewaspadaan penyakit Covid 19, keduanya dinyatakan bukan terinfeksi Covid 19.

Laporan kasus yang sama menyusul pada hari-hari berikutnya dari Kota Balikpapan, Kutai Kartanegara, Samarinda dan Kutai Timur. Hingga seluruhnya berjumlah mencapai 11 laporan/suspect.

“Dari sebelas kasus yang dilaporkan, baik suspect pemantauan maupun pengawasan, hingga saat ini belum ada satu pun yang terkonfirmasi sebagai corona. Gejalanya seperti corona, tapi sesungguhnya itu gejala penyakit biasa,” jelas Andi Ishak.

Sampai saat ini ungkap Andi Ishak, masih ditunggu 5 konfirmasi hasil laboratorium dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan  di Jakarta (Satu-satunya lembaga resmi pemerintah yang ditunjuk untuk memberikan hasil laboratorium Covid 19). Yakni 4 dari Balikpapan dan 1 dari Berau. 

“Enam hasil lab yang sudah kami terima, semuanya negatif. Jadi tidak benar kalau dikatakan sudah ada korban corona di Kaltim,” tegas Andi Ishak.

Hingga saat ini di Indonesia terdapat sebanyak 339 suspect yang diperiksa dan hanya 2 orang yang dinyatakan positif Covid 19. “Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” ujarnya. 

Meski belum ada satu pasien pun terkonfirmasi positif coronavirus, namun Dinas Kesehatan Kaltim dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terus melakukan kewaspadaan penyebaran Covid 19. Empat rumah sakit telah disiapkan menjadi rujukan penanganan kasus Covid 19 ini.

Empat rumah sakit itu adalah RSUD AW Syahranie Samarinda, RSUD Kanudjoso Balikpapan, RumahSakit Panglima Sebayang di Tanah Grogot dan RSUD Kota Bontang.

Untuk langkah-langkah mengantisipasi masuknya virus berbahaya ini ke Kaltim, Andi Ishak menjelaskan bahwa koordinasi sudah dilakukan dengan semua pihak terkait. Peran masing-masing pihak akan sangat membantu mencegah masuknya Covid 19 ke Bumi Etam, Kalimantan Timur.

Salah satunya terkait pengawasan penumpang di pintu kedatangan yang bukan hanya fokus untuk kedatangan internasional, tetapi juga kedatangan domestik, khususnya dari Jakarta.  

“Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada,” serunya.

Dia pun memberikan tips agar masyarakat terhindar dari potensi terkena serangan Covid 19. Pertama, hindari kontak langsung dengan penderita Covid 19 (kontak terbatas),  menunda rencana keberangkatan ke luar negeri, khususnya negara-negara yang sudah terjangkit, kemudian terus meningkatkan kesehatan dengan berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membudayakan hidup sehat, salahs satunya dengan rajin mencuci tangan dan minum air putih.

“Hindari juga berdekatan dengan warga negara asing yang bersin atau batuk. Jangan lupa, gunakan masker,” pesannya.  

 

11 Laporan Suspect Corona di Kaltim

1. Pada 30 Januari 2020 dilaporkan 2 warga negara asing berkebangsaan India yang sedang berlabuh di perairan Berau yang baru saja pulang dari China dirujuk oleh Tim KKP Tarakan Wilayah Kerja Berau ke RSUD Abdul Rivai Berau. Setelah diberikan pelayanan kesehatan sesuai pedoman kewaspadaan penyakit Covid 19, keduanya dinyatakan bukan terinfeksi Covid 19.

2. Dari Balikpapan, 31 Januari 2020 dilaporkan seorang anak WNA berkebangsaan China dirujuk RS Siloam Balikpapan ke RSUD Kanudjoso. Hasil pemeriksaan specimen penderita dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan dinyatakan negative.

3. Berikutnya pada 1 Februari 2020 dilaporkan WNA asal Rusia dengan riwayat perjalanan dari China berdasarkan hasil penyelidikan Tim DKK Samarinda kasus tidak mengalami gejala sesuai DO. Status discarded.

4. Pada tanggal 5 Februari 2020 didapatkan laporan dari Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara tentang adanya dugaan kasus pengawasan Covid 19 yaitu seorang laki-laki usia 41 tahun berkebangsaan Malaysia. Hasil pemeriksaan Balitbangkes Kementerian Kesehatan, dinyatakan negatif.

5. Berikutnya 5 Februari 2020 dari RS Medika Sangatta terdapat 1 orang dalam pemantauan dan sampai batas berakhirnya masa inkubasi tidak dilaporkan adanya pneumonia pada orang tersebut.

6. Selanjutnya, pada 19 Februari 2020 diperoleh informasi kasus dalam pengawasan dari Kabupaten Berau. Seorang anak perempuan berusia 2 bulan berkebangsaan Malaysian yang sedang melakukan bersama orantuanya ke Merancang. Hasil pemeriksaan laboratorium negatif.

7. Pada 29 Februari 2020 didapat informasi 2 kasus dalam pengawasan Covid 19 di Balikpapan. Pria 72 tahun dan wanita 62 tahun.  Keduanya WNI yang baru kembali dari umroh. Pemeriksaan masih menunggu hasil lab dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

8. Minggu 1 Maret 2020 diterima informasi 1 kasus dalam pengawasan Covid 19 di Balikpapan. Pria 30 tahun dengan riwayat perjalanan dari Korea Selatan. Hasil laboratorium masih ditunggu. Pada tanggal yang sama diterima laporan dari Berau. WNI asal Berau dengan riwayat perjalanan ke Korea Selatan. Pasien berjenis kelamin perempuan usia 42 tahun. Pasien sedang diisolasi dan sedang dilakukan pengambilan sampel untuk konfirmasi laboratorium .

9. Pada tanggal 2 Maret 2020 diperoleh informasi 1 kasus pengawasan Covid 19 di Balikpapan. Pasien pria berusia 48 tahun dengan riwayat perjalanan dari Korea Selatan. Hasil laboratorium masih dalam proses.

Berita Terkait