Benahi Infrastruktur Penunjang Pariwisata

Pariwisata Menjadi Lokomotif Baru Perekonomian Kaltim

SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus berusaha mengembangkan lokomotif perekonomian baru dalam upaya melakukan pergeseran struktur ekonomi, dari yang semula berbasis sumber daya alam (SDA) tidak terbarukan (migas dan batu bara) menjadi berbasis SDA terbarukan.
Salah satu SDA terbarukan yang secara intensif dikembangkan, adalah sektor pariwisata. Apalagi didukung dengan kondisi geografis Kaltim dengan keanekaragaman objek wisata alam yang tersebar di 15 kabupaten/kota se Kaltim dan Kaltara. Gugusan Kepulauan Derawan menjadi salah satu objek wisata bahari unggulan daerah ini.
“Objek wisata Pulau Derawan tidak hanya dikenal kalangan wisatawan nusantara, tetapi sudah terkenal ke berbabagi pelosok dunia dengan keindahan alam bawah laut, yang merupakan terindah nomor dua setelah Raja Ampat di Papua. Pulau Derawan juga menjadi kawasan industri pariwisata unggulan yang diharapkan dapat menjadi salah satu lokomotif perekonomian baru Kaltim,” ungkap Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, pekan lalu.
Gugusan Kepulauan Derawan yang terdiri atas Pulau Derawan, Sangalaki, Maratua dan Kakaban di wilayah Kabupaten Berau memiliki panorama laut yang indah dengan pasir pantai yang putih, rindangnya pohon-pohon kelapa yang berpadu dengan kehidupan penduduk desa setempat (Suku Bajau).
Selain itu, di Pulau Sangalaki merupakan tempat bertelurnya penyu dan spot penyelaman yang menjadi salah satu pusat habitat Pari Manta di dunia. Pulau Maratua memiliki keasrian pantai dan laut yang masih alami, yang menyuguhkan wisatawan untuk melakukan petualangan gua (caving), dan trekking menyusuri hutan-hutan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon diatas batu karang.
Pulau lainnya adalah Pulau Kakaban yang berbentuk menyerupai angka sembilan. Kakaban menyuguhkan keunikan alam yang hanya dapat ditemui di pulau-pulau yang berada di Republik Palau dikawasan Mikronesia, laut Pasifik, yakni terdapat danau berair payau yang terletak di tengah Pulau Kakaban.
“Danau kakaban telah ditetapkan sebagai kawasan warisan dunia (World Natural Heritage Area) pada 2004 oleh UNESCO. Pulau ini benar-benar dilindungi dari perusakan yang dapat dilakukan oleh manusia. Di danau ini terdapat empat spesies ubur-ubur (jelly fish) yang tidak menyengat, delapan jenis ikan-ikan kecil, serta biota-biota endemic yang unik,” urainya.
Guna menarik minat wisatawan berkunjung ke Kepulauan Derawan, Pemprov Kaltim bersama Pemkab Berau terus berupaya membenahi infrastruktur penunjang pariwisata di daerah tersebut. Mulai dari membangun Bandara Kalimarau yang sudah dapat didarati pesawat Boeing 737-300 dan Airbus A-319. Hingga membangun Bandara Maratua guna memudahkan akses wisatawan ke objek tersebut.
Demikian halnya, untuk infrastruktur pelabuhan di Tanjung Batu sebagai akses utama menuju Pulau Derawan. Infrastruktur jalan dari Kecamatan Gunung Tabur sampai Kecamatan Pulau Derawan. Jalan yang dibangun lebih banyak jalan lurus, sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang melakukan perjalanan darat menuju Tanjung Batu sebagai Ibukota Pulau Derawan.
“Infrastruktur perhotelan dan restoran juga harus dibangun dengan baik, ditambah dengan sarana trasnsportasi untuk menuju Pulau Derawan. Semua harus dibenahi untuk mendukung Derawan sebagai Destinasi Wisata Internasional,” pungkasnya. (her/hmsprov)

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Menkokesra Agung Laksono saat meninjau perkembangan pembangunan landasan pacu Bandara di Pulau Maratua Kabupaten Berau.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait