Bendaharawan, Tugas Mulia Penuh Risiko

Foto : Yuvita Indrasari

SAMARINDA - Mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim HM Aswin membuka pelatihan bendaharawan SMA/SMK/SLB angkatan 3 dan 4. Ditambah pelatihan pemeriksaan keuangan daerah khususnya dana BOS SMA/SMK/SLB angkatan 3 dan 4 di Kaltim. Pelatihan dibuka di Aula I BPSDM Kaltim, Senin (10/2/2020). Peserta berjumlah 112 orang terdiri dari bendahara dan kepala sekolah. 

.

"Menjadi bendahara itu tugas mulia tapi penuh risiko. Bendahara harus orang kepercayaan pimpinan. Saya berharap bapak dan ibu kompak bekerja saling mengisi," tutur Aswin. 

.

Aswin memaparkan menjadi bendahara tidak perlu ahli matematika. Tapi tetap harus memiliki kemampuan berhitung dasar. Karena dalam perhitungannya tidak diperlukan operasi perhitungan yang rumit seperti integral, limit bahkan cabut akar. Menjadi bendaharawan yang terpenting adalah harus teliti, konsisten, amanah, jujur dan rapi. 

.

Aswin melanjutkan dalam pendidikan dan pelatihan ini bendaharawan akan dilatih oleh BPK, BPKP, BPKAD dan inspektorat. Pelatihan ini untuk kepentingan kelancaran pengelolaan keuangan. Sebab tugas bendaharawan tidaklah mudah.

.

"Bendaharawan itu harus menerima uang, menyimpan, menyerahkan serta mempertanggungjawabkan dan menata usahakannya. Itu yang paling penting agar mereka harus memahami betul. Begitu pula kepala sekolah harus memahami tugas bendaharawan," tutur Aswin. 

.

Aswin berharap angkatan pelatihan kali ini bisa langsung lulus semua tanpa perlu ada remidial. Maka harus mengikuti betul-betul materi yang disampaikan dalam pelatihan ini. Setelah pelatihan ini, bendaharawan akan mendapat sertifikat.

.

"Target ke depan ialah bendaharawan mempunyai skill, knowledge dan integritas yang meningkat," ujarnya.(yuv/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait