Benefit Sharing FCPF Carbon Fund, Perusahaan Terima Manfaat


BALIKPAPAN - Dalam pelaksanaan program Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) Carbon Fund di Kaltim, negara donor melaui World Bank memberikan insentif (monetary) kepada Indonesia atas program penurunan emisi yang dilakukan dalam kurun waktu 2020-2024.

 

Diungkapkan Konsultan FCPF Achmad Wijaya bahwa pembagian manfaat (benefit monetary) dibagi dalam dua jenis. Yakni, manfaat monetery (finansial) dan manfaat non monetery (non finansial).

 

"Penerima manfaat adalah pemerintah, masyarakat dan privat sector atau swasta," kata Achmad Wijaya pada Pengarusutamaan (Mainstreaming) Program Penurunan Emisi FCPF dan Sosialisasi Mekanisme Pembagian Manfaat Benefit Sharing Mechanisme (BSM)/Tingkat Provinsi dan Privat Sector di Ballroom Grand Jatra Hotel Balikpapan, Jumat (13/12/2019).

 

Khusus pemerintah lanjutnya, baik pusat, provinsi, kabupaten hingga desa memperoleh manfaat berupa monetary atau dana untuk operasional. Sedangkan masyarakat mendapat finansial (dana) dan program pemberdayaan/peningkatan kapasitas/pengentasan kemiskinan. "Terutama program mendukung adaptasi mitigasi perubahan iklim," ujarnya.

 

Sementara privat sector atau prusahaan memperoleh manfaat non monetary atau program/kegiatan. Berupa fasilitasi (kemudahan) sertifikasi dan resolusi konflik di wilayah konsesi, peningkatan kapasitas dan Proper.

 

Proporsi untuk benefit non monetary bagi sektor swasta. Misalnya, perusahaan perkayuan (kehutanan). Maka, dananya berada di KPH dan dibuatkan menjadi program atau kegiatan bersama mitra (perusahaan).

 

Lain halnya perusahaan perkebunan,  pertambangan maupun perikanan. Dananya ditempat di OPD terkait untuk dibuatkan program sesuai kebutuhan perusahaan. "Bisa saja fasilitasi pengembangan akses ke buyer (pembeli). Termasuk kemudahan mendapatkan perijinan," ungkap Wijaya.

 

Pengarusutamaan dan sosialisasi hari kedua dihadiri jajaran pemerintah provinsi dan privat sector serta mitra pembangunan

dari P3SEKPI, DDPI, Tim BSM, Pokja PKHB, GIZ Forclime, GIZ SCPOOP, UNDP Kalfor, TNC, WWF, GGGI, Yasiwa, Yayasan Ulin, KBCF, Solidaridad, Yayasan Bioma, Yayasan Bumi, Planete Urgence, APHI, GAPKI Kaltim, APBI.

 

Selain paparan pemateri dari Bappeda, Dinas Kominfo, DPMPD dan Dinas Kehutanan. Kegiatan diakhiri penandatanganan komitmen privat sector untuk mendukung program penurunan emisi melalui program FCPF Carbon Fund di Kaltim.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait