Bentuk Pertahanan Maritim yang Kuat

Bentuk Pertahanan Maritim yang Kuat

JAKARTA - Rektor Unhan Letjen TNI Subekti mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan bersama yang dilakukan Pemprov Kaltim dan Rektor Unhan bisa memberikan kekuatan terhadap pembangunan sistem pertahanan negara yang sedang disusun oleh Kementerian Pertahanan untuk waktu 5-10 tahun ke depan. Karena, Subekti Indonesia sebagai negara maritim harus bisa membentuk sistem pertahanan maritim yang kuat.

“Melalui kerjasama ini pemerintah dan akademisi daerah dapat berkontribusi dalam mendesain sistem keamanan maritim nasional. Terutama untuk pemberdayaan sumber daya alam yang mengarah pada perkonomian nasional yang ditujukan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Subekti.

Mantan Pangdam VI Mulawarman ini menjelaskan penandatanganan kerjasama ini merupakan perwujudan kemitraan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM bidang pertahanan negara.

Selain itu, tentunya bagaimana Kemenhan bisa didukung oleh pemprov, akademisi, swasta dan masyarakat dalam menyusun sistem pertahanan negara yang dijadikan sistem kebijakan umum pertahanan negara 2015-2024 dan dalam waktu dekat akan diterbitkan oleh Kemenhan.

“Peningkatan kualitas pendidikan dalam hal ini menjadi penting dan strategis. Unhan saat ini sudah dijadikan lembaga pengkajian dan penilitan dan pengabdian masyarakat, yang diharapkan dapat berkontribusi dan memberikan saran serta rekomendasi yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara bagi pemda maupun perguruan tinggi di Indonesia” jelasnya.

Subekti meyakini penandatangan kerjasama ini juga akan membawa dampak positif, karena terbangunnya sinergitas dan network (jaringan) antara unsur pertahanan militer dan non militer (pemerintah daerah, akademisi, swasta dan masyarakat).

“Kebersamaan dalam rangka membangun sistem pertahanan negara yang kuat sangat diyakini dapat menjadikan sistem pertahanan negara akan semakin terintegrasi dengan baik dan semakin komprehensif dalam menjawab tantangan baik itu untuk menghadapi tantangan-tantangan yang bersifat tradisional dan non tradisional maupun masalah yang bersifat lokal,” pungkasnya.

Adapun ruang lingkup dalam kesepakatan bersama antara Pemprov Kaltim dan Unhan ini diantaranya meliputi beasiswa S2 untuk program studi Strategi Perang Semesta, Manajemen Pertahanan, Ekonomi Pertahanan, Manajemen Bencana untuk Keamanan Nasional, Peperangan Asismetris, Damai dan Resolusi Konflik, Ketahanan Energi, Pembangunan Daerah Perbatasa, Tertinggal dan Terpencil, serta Pengembangan ALKI II.

Selain Pemprov Kaltim, Unhan menandatanangi kerjasama dengan Gubernur Lemhanas, Gubernur Kalbar, Gubernur Papua, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Sumatera Utara, Rektor Universitas Indonesia (UI), Rektor Universitas Syiah Kuala, Rektor Universitas Sam Ratulangi, Rektor Universitas Cenderawasih, Rektor UPN Jakarta, Rektor UPN Yogyakarta dan Rektor UPN Surabaya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim S Adiyat, Kepala Biro Kerjasama dan Penataan Wilayah Tri Murti Rahayu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kaltim Abdullah Sani dan Staf Ahli bidang pendidikan dan kebudayaan Bohari Yusuf. (her/sul/hmsprov)

//Foto: DAMPAK POSITIF. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Pangdam VI/Mulawarman meninjau stan pameran di JCC Jakarta. (heru/humasprov kaltim).

Berita Terkait