Beras Putih Akibat Proses Pemolesan Mesin Bukan Karena Bahan Pemutih

SAMARINDA – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, H Ibrahim menilai bahwa beras yang diproduksi petani-petani di Kaltim tidak ada yang mengandung bahan berbahaya bagi tubuh karena diproses dengan cara yang tidak benar.
“Beras-beras yang diproses dari petani, kelompok tani maupun koperasi tani dipastikan tidak mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Warna putih dihasilkan merupakan bagian dari pemolesan mesin modern dan bukan dari bahan kimia,” ujarnya, Jumat  (22/11).
Menurut dia, kesadaran petani akan penggunaan bahan-bahan organik saat  menanam padi maupun proses lanjutan telah tinggi. Bahkan, petani berupaya mengurangi penggunaan pupuk-pupuk kimia dan beralih ke pupuk dan pestisida non organik yang tidak berbahaya bagi tubuh.
Bahan-bahan organik baik pupuk maupun pestisida untuk mengusir hama didapatkan dari tumbuhan-tumbuhan dari sekitar rumah petani. Pupuk yang digunakan biasanya pupuk kandang ataupun urine hewan, sedangkan pestisida dari tanaman-tanaman yang tidak disukai organisme pengganggu tanaman.
Pestisida alami ini dapat dari golongan jamu-jamuan dan bumbu-bumbuan contohnya bawang putih, serai, sambiloto, daun sirih dan lain-lain. Selain itu sangat banyak tumbuhan yang dapat diolah menjadi bahan pestisida.
Apalagi petani saat ini telah percaya bahwa dengan penerapan  tata cara penanaman yang benar dan alami akan  dapat meningkatkan jumlah produksi padi mereka. Apalagi gabah kering giling yang dihasilkan oleh petani tidak jarang langsung dibeli oleh pedangang untuk diproses, dikemas dan dipasarkan. (yul/hmsprov).

//Foto: Beras organik, produksi petani Kaltim, sangat baik untuk kesahatan karena minim risidu. (ist).


 

Berita Terkait
Government Public Relation