Berawal Gapoktan Menjadi Pokdarwis

Berawal Gapoktan Menjadi Pokdarwis (yayan/humasprovkaltim)

Awalnya dibentuk Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dari tiga kelompok tani (Poktan). Sebab keperluan petani setempat untuk pemenuhan kebutuhan pupuk. 

"Namun, potensi kawasan ini bagi kami memiliki potensi wisata. Maka dikembangkan Gapoktan menjadi Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)," ujar Wakil Ketua Pokdarwis Marangan Harapan Utama (Mapantama) Misjianto.

Pokdarwis yang berada di Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara cukup terpencil. Bahkan jaringan internet tidak terjangkau. Walaupun jaringan listrik PLN sudah memadai.

Pengakuan tulus Ketua Mapantama itu diutarakannya ketika bertemu dan menjawab latar belakang berdirinya kelompok wisata kepada tim penilai Lomba Pokdarwis Kaltim 2019.

"Secara swadaya kami mengembangkan potensi kawasan menjadi sesuatu yang menarik dengan memberdayakan warga disini. Alhamdulillah, akhirnya didukung instansi pemerintah dan perusahaan serta ada bimbingan dari komunitas," ungkapnya lagi.

Tim penilai beranggotakan Hj Lenny Marlina dan Masdiansyah. Didampingi Kepala Bidang Usaha Jasa Pariwisata Dispar Kaltim Hj Srie Iriana dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Muhammad Taufik Noor bersama Fahriar Ananthatur.

Rombongan diterima Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar Muhammad Ridho dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata Airin Susanti serta Deddy. Hadir pula Humas Pokdarwis Mapantama Desa Loh Sumber Warsiman beserta jajaran pengurus.

"Persawahan, perkebunan dan menangkap ikan serta memetik buah dan sayur menjadi daya tarik wisata kami," jelasnya.

Tidak lupa, rombongan penilai disuguhi Tari Tego oleh anak-anak usia sekolah dasar dan SMP setempat dari Sanggar Tari Taruno Mekar Melati.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait