Bere : Pemetaan akan Terus Dilanjutkan
Agar Lebih Banyak Lagi  Penyandang Disabilitas yang Terlayani
 
SAMARINDA – Kepala Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali mengatakan Pemprov Kaltim akan terus melakukan pemetaan penyandang disabilitas (cacat) di Kaltim. Pemetaaan dilakukan salah satunya dengan kegiatan  Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dan Rehabilitasi Sosial Masyarakat. Dengan kegiatan tersebut diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang akan terlayani melalui program-program pemerintah baik yang bersumber dari dana APBD Provinsi maupun usulan untuk pelayanan bagi para penyandang disabilitas melalui dana APBN.
“Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian besar Gubernur Awang Faroek Ishak bagi masyarakat Kaltim. Inilah yang dimaksudkan bahwa pembangunan diperuntukkan bagi seluruh rakyat Kaltim, tanpa harus membeda-bedakan suku dan agama. Gubernur sudah menegaskan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama seperti rakyat Kaltim yang lainnya,” kata Bere Ali saat menutup  kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dan Rehabilitasi Sosial Masyarakat di Kelurahan Karang Asam, Jumat (5/7).
Bere juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat, khususnya para keluarga penyandang disabilitas yang lebih antusias untuk memeriksakan keluarga mereka yang menjadi penyandang disabilitas. Dari kegiatan ini saja terlihat antusias besar warga untuk melakukan pemeriksaan. 
Kegiatan  UPSK di Samarinda yang tahun ini dilakukan di dua lokasi  yakni Kelurahan Temindung Permai dan Kelurahan Karang Asam, hingga penutupan Jumat lalu diikuti tidak 110 penyandang disabilitas dari kuota yang disiapkan sebelumnya untuk 100 orang.
“Ini pertanda yang sangat baik. Gubernur member perhatian besar dan warga tidak ragu atau malu-malu untuk memanfaatkan program yang telah kami siapkan,” bangga Bere.
Setelah dilakukan pemetaan melalui kegiatan ini, para penyandang disabilitas yang telah diperiksa oleh tim dokter, psikolog dan para pekerja sosial yang peduli terhadap penyandang disabilitas ini selanjutnya akan mendapat rujukan. Beberapa dari mereka akan dirujuk  ke rumah sakit, masuk dalam Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Inklusi, SLB Kejuruan, diberikan alat bantu atau diberikan asistensi bagi orang dengan kecacatan (ODK) berat. Sebagian yang lain juga akan diberikan bantuan modal usaha dalam bentuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP).
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Hj Farida Ariyani menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, rujukan diberikan berupa kegiatan praktis dari dana APBD untuk 20 penyandang disabilitas, asistensi ODK berat untuk 10 penyandang disabilitas, pendidikan SLB untuk 10 penyandang disabilitas, Sekolah Inklusi untuk 5 penyandang disabilitas, rujukan ke rumah sakit atau puskesmas untuk 6 penyandang disabilitas, poli syaraf/jiwa untuk 5 penyandang disabilitas, SLB Kejuruan/Keterampilan untuk 5 penyandang disabilitas, alat bantu untuk 26 penyandang disabilitas dan bantuan UEP untuk 30 orang. Untuk UEP dana akan disiapkan oleh Pemerintah Kota Samarinda.
“Tahun ini Pemprov juga memberikan bantuan kepada 1.115 penyandang disabilitas dengan nominal masing-masing Rp1 juta. Selain itu kepada ODK berat diberikan bantuan sebesar Rp300 ribu perbulan. Bantuan ini akan terus diberikan kepada mereka dan bagi yang belum, kita akan terus melakukan pemetaan sehingga semua bisa terdeteksi dengan baik,” jelas Farida.  Tahun ini, kegiatan serupa akan juga dilakukan di Kabupaten Panajam Paser  Utara. (hmsprov)
 
//Foto: Kepala Dinas Sosial Kaltim H Bere Ali menyerahkan bantuan para para penyandang disabilitas. (samsul/humasprov kaltim).
 
Berita Terkait
Government Public Relation