Bere Ali: Harus Lebih Banyak Hotel Bersertifikasi Halal

 

Bere Ali: Harus Lebih Banyak Hotel Bersertifikasi Halal

 

SAMARINDA - Pertama kalinya di Kaltim dan Kaltara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kaltim menyerahkan sertifikat halal untuk restoran di Hotel Grand Sawit  Samarinda.

Sertifikasi halal  secara simbolis diserahkan Wakil Ketua MUI Kaltim, Bidang Komisi Fatwa,  KH Fakhruddin Wahab kepada Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekprov Kaltim H Bere Ali yang kemudian diserahkan kepada Manager Hotel Grand Sawit H Aminuddin disaksikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim HM Aswin. 

Bere Ali mengatakan,  Pemprov Kaltim memberikan  apresiasi kepada MUI  Kaltim dan Hotel Grand Sawit Samarinda karena menjadi yang pertama kali di Kaltim  menerima sertifikat halal untuk restoran Hotel Grand Sawit.

Sertifikasi halal  merupakan syarat untuk bisa menuju hotel Syariah. Hotel syariah merupakan salah satu bentuk pengelolaan hotel yang memenuhi syariat Islam. Artinya,   siapa saja boleh menggunakan jasa hotel ini dengan konsistensi syariah tersebut.    "Diharapkan  hotel-hotel lainnya bisa meniru apa yang telah dilakukan hotel ini. Harus banyak restoran dan hotel-hotel yang bersertifikasi halal," kata Bere Ali usai menyerahkan sertifikasi halal kepada restoran Hotel Grand Sawit Samarinda, Rabu (28/1).

Menurut Bere Ali, ini penting dan harus menjadi komitmen bersama karena  selain hotel dan perbankan, pengelolaan makanan  dan restoran serta berbagai usaha yang berhubungan dengan konsumsi dan aktifitas kehidupan sudah mengejar model syariah ini.

"Penting bagi Bagi dan khususnya Samarinda  yang menjadi tujuan wisata rohani, karena kita memiliki Islamic Center yang megah dan dikagumi masyarakat luar daerah," paparnya.

Sementara Fahruddin Wahab mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh manajemen Hotel Grand Sawit merupakan terobosan yang sangat baik. Diharapkan hotel lain di Kaltim bisa segera memperoleh sertifikasi halal ini.

Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim HM Aswin menjelaskan, raihan sertifikat halal ini akan berpengaruh positif terhadap strategi pemasaran hotel  memasuki pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pada saatnya akan banyak calon pelanggan yang mencari hotel dengan restoran yang bersertifikasi halal.

"Jadi, satu hal kemajuan di Kaltim, karena  sudah ada hotel yang restorannya sudah menerima sertifikasi halal. Diharapkan seluruh hotel  bisa mengikuti langkah yang telah dilakukan hotel ini, sehingga membuat wisatawan menjadi merasa aman dan bisa lebih banyak lagi pengunjungnya," kata Aswin. (mar/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait