Bere Ali : Seimbangkan Urusan Dunia Dan Akhirat

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim H Bere Ali bersama penceramah Ustadz Habib Abdullah Bin Muhmaad Taher.(YUVITA/HUMASPROV)

 

SAMARINDA - Unit Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Setdaprov Kaltim kembali menggelar pengajian rutin Jumat setiap akhir bulan.  Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim H Bere Ali mengatakan pelaksanaan ceramah agama untuk mempererat hubungan silaturahmi antaranggota unit Korpri Setdaprov Kaltim sekaligus  menambah wawasan dan peningkatkan  iman dan taqwa  (Imtaq). "Selama ini kita selalu bekerja dan bekerja menunaikan rutinitas sehari-hari. Oleh  karena itu harus ada penyeimbang  antara urusan dunia, agama dan akhirat. Dan itu sudah menjadi komitmen  unit Korpri Setdaprov Kaltim dalam upaya peningkatan imtaq," kata Bere Ali usai menghadiri ceramah agama yang digelar di Ruang  Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (27/4).

 

Siraman rohani kepada anggota unit Korpri Setdaprov Kaltim, diharapkan meningkatkan kinerja selaras dengan peningkatan Imtaq Allah SWT. "Ini sudah menjadi komitmen, sehingga peningkatan kerja dan kinerja seiring pula dengan peningkatan iman dan taqwa. Bukan hanya kepentingan dunia  yang jalan tetapi  kepentingan akhirat juga jalan, jadi pada intinya harus seimbang  kepentingan dunia dan akhirat," ujarnya.

 

Sementara itu, penceramah Ustadz  Habib Abdullah Bin Muhmaad Taher yang juga pimpinan Pondok Pesanteren  Syarif Abas  Batu Licin Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel  dalam tausihnya  mengatakan, orang yang kurang ilmu dan iman akan sengsara di dunia dan akhirat. Orang yang sakit biasanya mengeluh, padahal makin banyak mengeluh makin besar penderitaan yang dialaminya.  

 

Kesalahan berpikir juga bisa menambah kesengsaraan. Yakinlah, bahwa hidup di dunia pasti ada cobaan dari Allah. Habib Abdullah juga meminta kepada seluruh umat muslim untuk selalu menjaga dan mempererat hubungan  silaturahim dan keharmonisan baik dengan keluarga maupun antara masyarakat. Dengan begitu akan tercipta  kerukunan, persatuan dan kesatuan. "Yang  terpenting agar kita tidak mudah terpengaruh oleh berbagai pandangan dan pemikiran yang tidak sesuai dengan aturan hidup sebagai seorang Muslim. Oleh karena itu mari kita tetap menjaga silaturahim dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sebagai upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan sehingga daerah ini tetap kondusif," paparnya. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation