Bere Ali: Wujudkan Lima Budaya Kerja Kemenag

Bere Ali: Wujudkan Lima Budaya Kerja Kemenag

 

SAMARINDA – Jajaran Kementerian Agama Kaltim diimbau untuk dapat mewujudkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung Jawab dan Keteladanan.

“Setiap pejabat dan birokrat hakikatnya adalah pamong, khadim dan pelayan masyarakat, bukan pangreh dan priayi dalam struktur budaya kolonial dan feudal,” kata Asisten Bidang Kesejahteraan Setdaprov Kaltim Bere Ali saat membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-70 di Halaman Kanwil Kemenag Kaltim, Ahad (3/1).

Tema HAB Kemenag tahun ini adalah, “Meneguhkan Revolusi Mental Untuk Kementerian Agama yang Bersih dan Melayani”, karena itu lanjut Bere Ali, momentum peringatan Hari Amal Bakti tahun ini diharapkan dapat memperkuat komitmen aparatur Kementerian Agama terhadap Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong. Hal tersebut juga sangat sejalan dengan era revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI sekarang ini.

Sehubungan dengan itu dikatakan, dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Agama telah melakukan percepatan Reformasi Birokrasi yang menghasilkan peningkatan kinerja cukup signifikan. Kementerian Agama telah menerapkan audit kinerja, meningkatkan akuntabilitas publik, menata kedisiplinan pegawai, mencegah potensi terjadinya korupsi serta mengembangkan pelayanan berbasis teknologi informasi. Sejalan dengan itu, saya mengajak saudara sekalian marilah menjadi pelaku dan inspirator perubahan ke arah perbaikan, tanpa lupa jati diri.

Bere Ali mengatakan, sejauh ini program jajaran Kemenag telah memberikan andil besar dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan agama dinilai bukanlah penghambat modernisasi dan toleransi, tetapi justru pendorong kemajuan dan perekat integritas bangsa.

Jajaran Kemenag turut meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pengaturan pengelolaan zakat, wakaf, pengelolaan dana haji serta potensi ekonomi keagamaan lainnya. Selain itu, salah satu contoh masalah sosial yang kini dihadapi bangsa yang perlu didukung peran aparatur Kemenag yaitu penanganan ketahanan keluarga, karena tingginya angka perceraian.

Untuk itu, mulai tahun ini Kemenag meluncurkan program Kursus Pranikah bermitra dengan organisasi masyarakat contohnya Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) dan organisasi keagamaan. “Kualitas keluarga menentukan kualitas bangsa,” jelasnya.

Pada bagian lain Menag ujar Bere Ali, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada segenap mitra Kementerian Agama atas segala dukungan dan kerjasamanya menyukseskan program pembangunan bidang agama.

“Kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama saya berpesan; mari memupuk idealisme dan semangat bekerja, mengasah modal intelektual, kepekaan sosial, memperkokoh persaudaraan dan penghayatan spirit Ikhlas Beramal sebagai landasan keluhuran kerja. Tunjukkan keprofesionalan dan keteladanan dalam bekerja sebagai ibadah. Wajah Kementerian Agama adalah wajah umat dan wajah kita semua. Saudara-saudara sekalian,” kata Bere Ali.

Upacara peringatan HAB Kemenag berlangsung khidmad yang juga dihadiri suluruh Pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Kaltim dan Madrasah. Selain itu tampak mantan Kakanwil Agama Kaltim Drs H Farid Wadjdy MPd yang juga mantan Wagub Kaltim, sejumlah Pimpinan SKPD Provinsi Kaltim, para Pimpinan Lembaga Agama, Tokoh Agama, serta para pensiunan pegawai Kanwil Kemenag Kaltim.

Peringatan juga ditandai dengan penganugerahan Satya Lencana Karya Satya (SLKS) 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Salah satunya Kakanwil Kemenag Kaltim Drs H Saifi MPd untuk SLKS 20 tahun. (*/jay//hmsprov).

Berita Terkait