Berhasil Tumbuhkan Sektor Perkoperasian

 Mohamad Djailani Terima Satya Lancana Pembangunan

 MEDAN – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kaltim Mohamad Djailani menerima penghargaan Satya Lancana Pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-67 di Lapangan Benteng Medan, Sumatera Utara, Selasa (15/7).

Penghargaan itu diberikan, karena dinilai berhasil dalam membina dan menumbuh kembangkan sektor koperasi dan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di wilayah Kaltim pada periode 2011-2013. Sehingga mampu mengantarkan kabupaten/kota dan Kaltim pada 2013 sebagai Provinsi Penggerak Koperasi. Sebelumnya, Kaltim maupun kabupaten/kota belum pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Koperasi.

Kaltim mendapatkan predikat sebagai provinsi penggerak koperasi pada 2013, yang pertama diawali diterima Kabupaten Kutai Barat pada 2011. Selanjutnya, pada 2012, Bontang dan Penajam Paser Utara. Kemudian, pada 2013, Samarinda, Balikpapan dan Berau serta Kubar juga kembali menerima predikat kabupaten/kota penggerak koperasi.

Kadisperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djailani mengungkapkan sejak diberikan amanat oleh Gubernur Kaltim untuk memimpin Disperindagkop pada 2011 lalu, dirinya bersama jajaran terus berusaha untuk membangun dan memajukan sektor perkoperasian dan UMKM di Kaltim.

Disamping juga, dilakukan sinergitas antara tiga sektor/bidang dan kementerian yang ada dalam nomenklatur Disperindagkop dan UMKM Kaltim. Sehingga antara sektor hulu (industri), intermediate (perdagangan) dan hilir (koperasi), disinergikan menjadi satu kesatuan.

Pemprov Kaltim juga sangat peduli dan mempunyai komitmen nyata dalam upaya memberikan pembinaan dan perlindungan kepada koperasi dan UMKM. Yang ditandai dengan terbitnya dua produk hukum berupa peraturan daerah (perda) guna menunjang perkembangan koperasi dan UMKM di Kaltim.

“Sejak 2012, kita sudah bisa meletakkan dasar-dasar pembinaan terhadap koperasi dan UMKM. Kesungguhan pemprov dalam membina, memberdayakan dan memberikan perlindungan kepada koperasi dan UKM, diwujudkan dengan terbitnya Perda Nomor 4/2012 tentang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Kaltim dan Perda Nomor 9/2012 tentang Pembentukan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida)," ungkap Djailani usai peringatan puncak Harkopnas ke-67 2014 di Medan.

Selain itu, Disperindagkop Kaltim mampu mengelola anggaran belanja yang berpihak kepada koperasi secara sinergis dengan kegiatan industri dan perdagangan.

Diketahui, perkembangan koperasi di Kaltim selama periode 2009-2013 tumbuh sangat baik. Yakni, pada 2009 terdapat sekitar 4.128 unit koperasi dan naik menjadi 5.919 unit koperasi pada 2013, berarti terjadi rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 9,76 persen. Jumlah anggota koperasi pada 2009 sebanyak 366.610 orang dan pada 2013 meningkat menjadi 390.360 orang anggota atau rata-rata tumbuh 1,72 persen per tahun.

Demikian pula dengan volume usaha, meningkat dari Rp1,295 triliun pada 2009 menjadi Rp1,486 triliun pada 2013 atau rata-rata tumbuh 5,79 persen per tahun. Peningkatan volume usaha berdampak pula pada peningkatan sisa hasil usaha (SHU), pada 2009 sebesar Rp86 miliar, meningkat menjadi Rp590,499 miliar pada 2013 atau naik 85,64 persen.

Sementara itu, dalam pidatonya pada Harkopnas ke-67 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan perkembangan perkoperasian di Indonesia sudah maju sangat pesat. Hal itu dapat dilihat dari peningkatan jumlah unit koperasi, begitu juga dengan anggota koperasi bahkan jumlah permodalan mengalami peningkatan signifikan.

Untuk itu, SBY meminta kepada jajaran perkoperasian di Indonesia agar terus menjaga momentum perkembangan itu, karena koperasi menjadi soko guru ekonomi bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, koperasi merupakan suatu wadah organisasi yang sangat relevan dengan perkembangan jaman.

“Bagi mereka yang mendapatkan penghargaan maupun tanda kehormatan, teruslah menjadi contoh dan memberi contoh untuk memajukan gerakan koperasi di negeri tercinta. Sehingga kesenjangan yang ada di negeri ini dapat dihilangkan. Agar kemajuan sebuah bangsa dan kemakmuran yang ingin dicapai bagi seluruh rakyat dapat terwujud,” kata SBY, yang juga dianugerahi gelar Bapak Penggerak Pembangunan Koperasi oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan Kementerian Koperasi.

Pada kesempatan itu, Bupati Bulungan Budiman Arifin juga menerima penghargaan Satyalancana dari Presiden SBY. Serta Koperasi TKBM Komura Samarinda untuk kategori koperasi berprestasi, yang diterima oleh ketuanya, yakni Jaffar Abdul Gafar. (her/sul/hmsprov)

Foto: KOPERASI SEJAHTERA- Mohammad Djailani satu-satunya kepala dinas diantara para gubernur dan bupati/walikota yang mendapatkan tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan langsung dari Presiden SBY. (heru/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait