Bersatu Tegakkan Disiplin Masyarakat Lawan Covid-19

Danrem 091/ASN Brigjen Inf Cahyo Suryo Putro dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kaltim I Gede Yusa membangun komunikasi TNI, Polri dan Pemerintah menegakkan disiplin masyarakat mencegah penyebaran Covid-19. (yuvita/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kaltim I Gede Yusa mewakili Gubernur Kaltim menghadiri acara Komunikasi Sosial dan Silaturahmi Keluarga Besar  Korem 091/ASN dengan Aparat  Pemerintah dengan tema “Bersatu Menegakkan Disiplin Masyarakat Guna Memutus Rantai Covid-19”, Selasa (23/6).

 

Gede Yusa mengharapkan dengan komunikasi sosial ini komponen pemerintah dan TNI serta Polri bisa bersatu  menegakkan disiplin masyarakat demi memutus rantai penularan Covid-19.  

"Komunikasi ini akan lebih menguatkan kebersamaan dan memberikan kekuatan untuk bersama-sama  kita menghadapi pandemi Covid-19," kata Gede Yusa di sela acara yang dilaksanakan di  Hall Makorem 091/ASN. 

 

Komunikasi sosial diyakini juga akan menciptakan kekuatan dan tekad untuk bersatu-padu dan bergotong-royong dalam memutus rantai penularan Covid-19 di seluruh wilayah Kaltim.

"Kita harapkan sinergi menegakkan disiplin dan mematuhi protokol kesehatan ini akan memutus rantai penularan Covid-19 di Kaltim," tandas Gede Yusa.

 

Sebelumnya, Komandan Korem (Danrem) 091/ASN  Brigjen  Inf Cahyo Suryo Putro  mengatakan komunikasi sosial dan silaturahmi menegakkan disiplin masyarakat ini penting di tengah kondisi negara yang masih dalam  kondisi masa kedaruratan  kesehatan masyarakat menuju ke masa pertahanan kesehatan masyarakat yang lebih kuat dalam rangka melawan Covid-19.

 

"Sementara ini  banyak masyarakat yang terpapar Covid-19. Konfirmasi positif tiap harinya mencapai hampir seribu orang. Banyak  PHK menambah pengangguran,” tandasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, lanjut Cahyo Suryo Putro,  tentunya semua harus beradaptasi pada suatu keadaan agar tidak terpapar Covid-19, namun juga tidak terpapar PHK.


"Keduanya harus berjalan paralel menuju suatu tatanan baru  (new normal) yang isinya adalah perubahan perilaku kehidupan masyarakat. Kita memiliki modal sosial gotong-royong yang harus diperkuat dengan bersinergi untuk menciptakan suatu  prakondisi terjadinya perubahan perilaku masyarakat yang siap memasuki pada tatanan baru," kata Cahyo Suryo Putro.

Tampak hadir Forkopimda Provinsi Kaltim, Forkopimda Kota Samarinda dan kepala  instansi linglup Pemprov Kaltim. (mar/sul/adv)

Berita Terkait