Betapa Potensi Ikan di Kaltim Luar Biasa

Seorang ibu membeli ikan segar di PPI Selili. Potensi ikan di Kaltim sangat luar biasa untuk mencerdaskan anak bangsa

“Saya bangga Kaltim sudah swasembada ikan. Semoga ini bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan. “
(Susi Pudjiastuti-Menteri Kelautan dan Perikanan RI)

 

Kaltimprov.go.id. Samarinda masih diselimuti kabut namun Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Selili, telah ramai dengan aktivitas pelelangan ikan.  Minggir, minggir, minggir, seru salah seorang pemuda yang tengah menarik gerobak. Di dalamnya terdapat beberapa keranjang yang dipenuhi dengan ikan-ikan yang segar.

Jenisnya terdiri dari ikan layang, tongkol dan kakap.  Tak hanya jenis ikan laut yang dijual di PPI tersebut. Ada pula  ikan sungai atau air tawar yang didatangkan dari Hulu Sungai Mahakam seperti Muara Wis, Muara Muntai dan sekitarnya. Bahkan dari Bontang dan Berau, termasuk juga hasil tangkapan nelayan Samarinda.  Dari PPI Selili, ikan-ikan tersebut kemudian dibawa oleh penjual bersepeda motor. Di sudut yang lain, nampak pula seorang ibu yang membeli ikan lalu memuatnya di tas anyaman. ikan yang dibelinya dengan jumlah lumayan  ini rupanya juga untuk dijual.

Baca juga : PPI Selili Terbaik Se Indonesia

Bongkar muat ikan di PPI Selili, Samarinda, rata-rata mencapai 40 ton per hari.  Setiap hari selalu ada ikan segar yang tersedia, baik ikan laut maupun ikan air tawar. Bukankah ini menunjukkan betapa potensi perikanan Kaltim luar biasa. Ikan-ikan tersebut kemudian didistribusikan ke daerah sekitar, yang pendistribusiannya bahkan sampai ke Kutai Barat dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Ramainya aktivitas PPI Selili mengingatkan kembali akan kebanggaan  Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang ia lontarkan saat kunjungannya ke Kalimantan Timur  beberapa pekan yang lalu, Saya bangga Kaltim sudah swasembada ikan. Semoga ini bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan. Ujar Susi Pudjiastuti.

Baca juga : Menteri Susi Bangga Ikan Kaltim

Susi tentulah mengetahui betul bagaimana potensi perikanan di Kaltim. Kaltim saat ini sudah swasembada perikanan atau surplus produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan, dimana rata-rata nasional masih 32 kilogram perkapita pertahun, sedangkan konsumsi masyarakat Kaltim mencapai 58 kilogram perkapita pertahun. 

Ini tentulah sangat membanggakan. Itu artinya, program gemar makan ikan sangat sukses dilaksanakan di Bumi Etam. Belum lagi perairan Kaltim yang luasnya mencapai 10.217km2. Tentu ini akan memberikan dukungan besar terhadap kemajuan potensi kelautan dan perikanan Kaltim.

Apresiasi diungkapkan kembali oleh Susi sehari setelahnya, sebelum bertolak ke Palangkaraya guna melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya. "Saya tentu harus mengapresiasi kebijakan Pak Gubernur dan semangat para nelayan. Mereka bisa mengoptimalkan potensi dengan baik. Laut Kalimantan ini sangat luas loh," ucap Susi.

Susi tak lupa pula menambahkan, bahwa Kaltim sukses menjaga konsistensi ekspor nasional. Kaltim menjadi satu-satunya provinsi yang hingga saat ini masih menjadi produsen monodon yang di level premium menjadi rebutan negara-negara di dunia seperti Jepang, Eropa, Timur Tengah dan Amerika. "Pertahankan ini dan tingkatkan. Tambak boleh bertambah tapi jangan tebang mangrovenya. Karena mangrove sangat penting untuk kehidupan ikan dan udang kita," pesan Susi.

Ia juga berpesan agar kemampuan SDM di daerah ini harus menjadi lebih baik. Untuk itu, konsumsi makanannya juga baik, contohnya dengan konsumsi ikan. Dimana, ikan memiliki protein tinggi. Melalui ikan, Kaltim bisa wujudkan rakyat yang sejahtera dan cerdas," tutur Susi Pudjiastuti lagi. (*)

 

Tonton Juga Video dibawah :

Penulis :  Jaya, Yuvita

Foto  : Yuvita

Editor : Inni, Samsul

Desain grafis : Rian

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong
Government Public Relation