Bincang Etam Pembangunan Ekonomi Kaltim 2030, Hilirisasi Industri, Strategi Masa Depan Ekonomi Kaltim

Rusmadi saat menjadi pembicara pada Bincang Etam Pembangunan Ekonomi Kaltim 2030. (seno/humasprov kaltim)

 

Bincang Etam Pembangunan Ekonomi Kaltim 2030, Hilirisasi Industri, Strategi Masa Depan Ekonomi Kaltim

 

SAMARINDA - Pertumbuhan ekonomi Kaltim diprediksi akan semakin membaik dalam beberapa tahun ke depan. Pergerakan ekonomi itu akan didukung dengan pengembangan  hilirisasi produk melalui kawasan-kawasan industri yang kini terus dibangun Pemprov Kaltim. Kebijakan ekonomi ini merupakan langkah strategis Kaltim untuk mendorong laju transformasi lokomotif ekonomi baru terbarukan berbasis sumber daya terbarukan (renewable resources). Demikian dipaparkan Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi ketika memberikan paparan pada Bincang Etam yang digagas koran harian Metro Samarinda dan Radio KPFM di Samarinda, Selasa (28/11).

 

Dalam perbincangan bertajuk, "Meracik Strategi, Melawan Kebangkrutan" itu, Rusmadi mengajak warga Bumi Etam bersama-sama menghadapi masa depan ekonomi Kaltim dan mencegah kebangkrutan. Rusmadi sangat yakin jika seluruh rakyat Kaltim dan semua pemangku kepentingan mendukung pemerintah dalam hilirisasi industri ini, kebangkrutan yang dikhawatirkan itu tidak akan pernah terjadi. Tetapi sebaliknya, pertumbuhan ekonomi akan bergerak positif.

 

Ke depan lanjut Rusmadi, ekonomi Kaltim tidak boleh terus bergantung pada kekuatan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, yaitu batubara dan migas. "Hilirisasi industri dan pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Strategi ini akan melawan kebangkrutan. Kita akan kembangkan sumber daya yang dapat diperbaharui, yaitu sektor pertanian dalam arti luas, meliputi sektor pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, termasuk perkebunan kelapa sawit," kata Rusmadi. Nara sumber lain yang hadir dalam program perbincangan tersebut adalah Ketua Dewan Pengurus Nasional Forum Ekonomi dan Bisnis Islam, Aji Dedi Mulawarman.

 

Rusmadi menguraikan, potensi Kaltim sangat besar jika melihat luasan wilayah Kaltim yang mencapai 16,7 juta hektar.  Semua potensi dimiliki Kaltim. Mulai minyak dan gas, batubara, pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Dalam kapasitas sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), beberapa tahun lalu dan Sekretaris Provinsi, saat ini, Rusmadi sangat memahami strategi dan kebijakan Kaltim dalam visi Kaltim Maju 2030. "Memang saat ini Kaltim masih ditopang SDA batubara dan migas. Tapi ini tidak akan bertahan secara terus menerus. Maka ke depan pertumbuhan ekonomi Kaltim harus berubah ke arah sektor yang dapat diperbaharui," tegas Rusmadi. 

 

Sumber daya yang dapat diperbaharui itu nantinya tidak dijual dalam bentuk bahan mentah ke luar daerah maupun ke luar negeri. Tetapi harus diolah menjadi bahan yang bernilai tambah dan meningkatkan ekonomi rakyat dengan mendorong hilirisasi industri. Contoh, perkebunan kelapa sawit. Ke depan bukan hanya crude palm oil (CPO) yang diekspor. Tetapi bagaimana bisa menjadi bahan jadi yang dapat bernilai jual tinggi. Misalnya dengan menjadi minyak goreng dan margarin.

 

"Karena itu, inilah yang kita harapkan ke depan bagaimana transformasi ekonomi di Kaltim semakin tumbuh meningkat tetapi harus ramah lingkungan. Kami berharap apa yang menjadi program pemerintah dalam mengembangkan  hilirisasi industri dapat didukung semua pihak termasuk masyarakat," jelasnya. Apabila industri tersebut berkembang dan sukses, maka akan banyak tenaga kerja yang terserap dan kesejahteraan rakyat meningkat. Apalagi beberapa kawasan industri saat ini sudah terbangun. Contohnya, Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di PPU dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kutai Timur. Sektor andalan Kaltim lainnya adalah industri pariwisata yang akan terus dikembangkan dengan dukungan infrastruktur yang memadai. (jay/sul/ri/humasprov)

 

Berita Terkait