Biro Humas Tertinggi Pertama

Foto : Tampilan layar saat diumumkan bahwa Biro Humas Setda Provinsi Kaltim menempati “Persentase Tertinggi Pertama Penyerapan Anggaran Semester I Tahun 2020”. (masdiansyah/humasprov kaltim)

Dinilai sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah melaksanakan kegiatan dengan serapan anggaran cukup tinggi bahkan mendekati 100 persen di semeter 1 tahun anggaran 2020, maka Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Setda Provinsi Kaltim sukses menjadi OPD dengan Persentase Tertinggi Pertama  dalam serapan anggaran semester I di lingkup Pemprov Kaltim. 

 

 

"Saya apresiasi OPD yang sudah tinggi realisasi serapan anggarannya," kata Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Tim Evaluasi Percepatan Penyerapan Anggaran (TEPRA) Kaltim Semester I di Ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (5/8).

 

 

Biro Humas menjadi OPD dengan serapan anggaran tertinggi pada semester 1 (Januari-Juni), disusul Sekretariat DPRD Kaltim di peringkat kedua dan Biro PPOD di peringkat ketiga.

Menurut Gubernur, percepatan serapan anggaran sangat penting agar tidak terjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) diakhir tahun.

Gubernur berharap seluruh OPD terus memacu kinerja dalam pelaksanaan kegiatan, walaupun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

 

 

Bagi Isran, percepatan serapan anggaran harus lebih efektif dalam penggunaan anggaran yang tepat sasaran, terutama mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

"Selamat untuk Biro Humas, juga Sekretariat DPRD dan Biro Pemerintahan. Saya tunggu hasil kerja OPD lainnya di semester dua nanti," ucap Isran Noor. 

 


Sementara Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kaltim HM Aswin mengungkapkan pemeringkatan realisasi serapan anggaran sebagai bukti kinerja atau progres setiap SKPD/OPD terus dipantau pimpinan.

"Updating data setiap tanggal 10 setiap bulan. Jadi, setiap OPD harus tertib. Mulai semester ini, Bapak Gubernur memberikan penghargaan bagi OPD dan semester ini Biro Humas yang paling bagus penyerapan anggarannya atau hampir mencapai 80 persen," ungkap Aswin. (yans/sul/sdn/adv)

Berita Terkait