BKD Kaltim Jadi Target Kunjungan Daerah Lain

Bench Marking Diklat Manajemen ASN Kabupaten Soppeng

SAMARINDA - Berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim di tingkat nasional membuat banyak daerah berlomba-lomba datang ke Kaltim untuk belajar. Terbaru BKD Kaltim menerima kunjungan studi banding (bench marking) peserta Diklat Manajemen ASN Kabupaten Soppeng.

Saat menerima kunjungan rombongan BKD Soppeng itu, Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor sangat berharap agar daerah-daerah yang berkunjung tidak sekedar datang berkunjung, tetapi selanjutnya harus secara nyata bisa menciptakan perubahan yang baik di daerah masing-masing.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim ini mengaku siap membantu daerah-daerah lain yang ingin memagangkan para pegawai mereka untuk mendalami sistem kepegawaian di Kaltim.

"Saya harap teman-teman dari Soppeng tidak hanya sekedar jalan-jalan, tapi harus benar-benar belajar saat datang ke sini. Seperti Sumatera Barat, mereka langsung mengirimkan 7 pegawai untuk magang. Ada yang 7 hari dan ada yang 10 hari. Saya malah menawarkan agar mereka bisa magang sampai satu tahun agar ilmunya benar-benar bisa diserap," kata Roby, sapaan akrabnya.

Bagi daerah sendiri, kehadiran tamu-tamu luar daerah dalam jumlah besar sudah tentu akan memberikan muliflier efek yang tinggi bagi masyarakat Kaltim. Oleh sebab itu, setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hendaknya bisa terus mencapai prestasi terbaik sehingga dalam banyak hal Kaltim bisa menjadi kiblat bagi daerah-daerah lain untuk datang dan belajar. 

Roby menjelaskan, setelah Kaltim meraih BKN Award pertengahan tahun ini, tidak kurang dari 300 lebih pegawai dari berbagai provinsi dan kabupaten di luar dan di dalam daerah yang berkunjung ke BKD Kaltim. Setiap kunjungan,  jumlahnya mencapai 10 hingga 70 orang. Mereka bahkan bisa berada di Samarinda antara 3 hingga 4 hari.

Lebih jauh Roby menguraikan sejumlah sasaran yang diinginkan para tamu dari salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan tersebut. Diantaranya,  pengelolaan kepegawaian yang efektif dan efisien, peningkatan prestasi pegawai, inovasi tanpa henti dan perencanaan kepegawaian yang baik.  

“Program kepegawaian di semua daerah semua pasti baik. Kata kuncinya adalah perlu komitmen. Komitmen dari kepala daerah, pegawai itu sendiri dan dukungan masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Soppeng, Idris mengungkapkan, Kaltim menjadi pilihan untuk dikunjungi karena dalam BKN Award lalu menjadi provinsi terbaik dengan raihan penghargaan terbanyak. Menurut Idris, inovasi dan komitmen Kaltim untuk membangun sistem kepegawaian yang baik patut dicontoh daerah lain di Indonesia.

"Tiga minggu lalu saya lewat, ini BKD apa mall. Hari ini setelah kami masuk dan melihat sistem yang diterapkan di sini, saya tidak bisa bilang apa-apa. Hanya bisa bilang luar biasa. Kami akan berusaha mengadopsi, pasti tidak bisa semua. Mungkin sebagian yang kami mampu," puji Idris.   

Kunjungan Diklat Manajemen ASN se-Kabupaten Soppeng ini diikuti 70 peserta, terdiri dari 40 peserta SKPD Pemkab Soppeng dan 30 peserta dari staf BKD Soppeng. Mereka akan berada di Samarinda selama tiga hari.

Sedangkan soal rencana pengiriman pegawai magang di BKD Kaltim, Idris mengatakan kemungkinan itu sangat mungkin dilakukan mengingat manfaatnya yang demikian besar, namun soal tersebut lebih teknis masih akan dilaporkan kepada pimpinan di Soppeng. (jay/sul/hmsprov)  

//Foto: STUDI BANDING. Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor (kanan) berbicang dengan Kepala BKD Kabupaten Soppeng Idris dan rekannya. (fajar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait