BKKBN Segera Sosialisasi Grand Design Kependudukan

SAMARINDA – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim segera menyosialisasikan pola penyusunan grand design kuantitas kependudukan di tingkat kabupaten dan kota se-Kaltim.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Jufri Yasin, grand design mengenai kependudukan tersebut seiring dengan adanya perubahan nomenklatur lembaga yang tadinya koordinasi berubah menjadi kependudukan.
“Perubahan nomenklatur lembaga maka tugas pokok dan fungsi BKKBN bertambah. Khususnya menyangkut pendataan atau penyusunan kuantitas penduduk di suatu daerah,” kata Jufri Yasin usai membuka Pelatihan Materi Demografi Bagi PKB/PLKB di Kaltim, Selasa (3/9).
Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari sejak 2 hingga 5 September dikuti 28 peserta dari Kaltim dan Kaltara. Diharapkan petugas KB maupun penyuluh lapang KB dapat membuat peta atau memetakan kuantitas (jumlah) penduduk yang ikut program KB.
Dalam grand design kependudukan meliputi kualitas penduduk, kuantitas penduduk serta penyebaran penduduk yang dibuat sesuai instansi yang menanganinya. Walaupun secara keseluruhan berada pada koordinasi Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).
“Misalnya, kualitas penduduk ditangani dinas pendidikan dan dinas transmigrasi maupun dinas sosial, sedangkan kuantitas penduduk ditangani BKKBN melalui PKB/PLKB di daerah,” ungkap Jufri.
Berdasarkan grand design kependudukan yang disusun para PKB/PLKB itu akan diketahui jumlah penduduk maupun kesertaan ber-KB serta warga miskin. Sehingga, dijadikan bahan pendukung bagi pemerintah daerah untuk membuat kebijakan pembangunan daerah.
Sementara itu Kasi Penyelengaraan Nusantara mengemukakan tujuan pelaksanaan atau pelatihan materi demografi adalah untuk menyegarkan kembali serta meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap positif bagi PKB/PLKB berkaitan materi demografi. (yans/hmsprov)

//Foto: Jusfri Yasin
 

Berita Terkait