BKKBN Beri Penyuluhan Kependudukan dan KB di Perbatasan

LONG PAHANGAI - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim turut berpartisipasi dalam bakti sosial yang digelar Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Kesehatan dan Pemprov Kaltim di kawasan perbatasan, Kabupaten Mahakam Ulu. 

Kepala Bidang Advokasi dan Informasi BKKBN Kaltim, Achmad Takdir  mengatakan, pihaknya berpartisipasi memberikan pelayanan kesehatan  kepada masyarakat perbatasan, berupa penyuluhan kependudukan dan pembangunan keluarga berencana.

Penyuluhan ini mendapat dukungan penuh Dinas Kesehatan Kaltim dan Dinkes Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) serta disambut antusis masyarakat Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Dijelaskan, pertumbuhan penduduk Mahulu harus diiringi dengan pertumbuhan kualitas. Paling tidak kualitas keluarga yang terdiri dari anak, ayah dan ibu harus memiliki pemahaman tentang konsep ketahanan keluarga.

"Pada prinsipnya untuk mendukung ketahanan nasional, masyarakat kita harus berkualitas dimulai dari keluarga. Jika ini bisa dilakukan dengan baik,  bukan mustahil 19 tahun ke depan akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang berasal dari Kabupaten Mahakam Ulu," kata Achmad Takdir.

Membangun keluarga berkualitas harus didukung pula dengan pemahaman tentang konsep dua anak cukup. Konsep ini memang bukan harga mati, tetapi lebih pada sebuah harapan.

"Harapan kita adalah bangsa yang berkarakter dengan keluarga kecil yang berkualitas," tandasnya.

BKKBN memiliki program yang diberi nama  Tri Bina, yakni Menciptakan keluarga berkualitas, dengan   menciptakan Konsep Bina Keluarga Balita. Bagi mereka yang memiliki Balita, ada pendidikan dalam proses tumbuh kembang anak 1.000 hari kelahiran.

Kemudian Konsep Bina Keluarga Remaja yakni pendidikan kepada remaja. Sebagai contoh di Mahulu agar terhindar dari tiga triad yaitu bebas dari seks bebas, penyalahgunaan Narkoba dan bebas dari HIV/AIDS.

Selanjutnya Konsep Bina Keluarga Lansia, yakni agar lansia bisa produktif dan bukan lansia yang menunggu pamrih dari anak-anaknya. "Lansia adalah potret teladan bagi ayah, ibu dan remaja dengan harapan memiliki usia panjang tetapi juga bermanfaat. Karena itu perlu pendidikan dan pembinaan kependudukan agar para Lansia tetap bisa berkontribusi," kata Takdir.

Hal senada juga disampaikan  Ketua Tim Nusantara Sehat  untuk Kecamatan Long Pahangai, dr Prabjot  Singh mengatakan, timnya tidak hanya bertugas memberi pengobatan tetapi juga mengajak masyarakat hidup sehat dan bagaimana agar melakukan aksi preventif daripada kuratif.

"Selama ini  masyarakat ke Puskesmas hanya untuk berobat ketika sakit. Padahal, Puskesmas juga bertugas mendorong dan mendukung masyarakat untuk melakukan hidup sehat dengan upaya pencegahan salah satunya imunisasi," kata Prabjot Singh.

Ditambahkan, bentuk penguatan perbatasan tidak cukup hanya dengan satu kegiatan bakti sosial, tetapi juga harus dilengkapi dengan prasarana dan sarana kesehatan. Selain itu perlu juga dukungan para pemangku kepentingan dengan program-program yang lain agar menjadi satu kesatuan yang utuh.

"Bagaimana kita datang dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan juga dukungan berkelanjutan. Artinya, jika bakti sosial ini adalah program yang baik dan banyak masyarakat yang berpartisipasi, serta hasil pemeriksaan menunjukkan banyak indikasi masyarakat yang kurang sehat. Upaya prepentif dan promotif akan kami giatkan lagi," paparnya.(mar/sul/es/humasprov).

Berita Terkait