BKKBN Kerjasama RS Guna Tingkatkan Kesertaan KB

SAMARINDA – Guna meningkatkan kesertaan KB (Keluarga Berencana) khususnya pasca persalinan dan  pasca keguguran, maka perwakilan Badan Kependudukan dan KB Nasional (BKKBN) Kaltim meningkatkan kerjasama dengan rumah sakit di Kaltim.
Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Jufri Yasin, berdasarkan laporan terhadap pelayanan ber-KB untuk pascapersalinan dan pascakeguguran di 52 rumah sakit hingga Juli masih rendah.
“Sebanyak 2.375 orang yang melahirkan di 52 rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta. Maka, hanya 821 orang yang ber-KB atau hanya sekitar 35,47 persen saja,” jelas Jufri Yasin pada pelatihan CTU Kembalinya Kesuburan Pasca Penggunaan Kontrasepsi di Samarinda, Kamis (29/8).
Masing-masing untuk pelayanan medis operasi wanita 174 peserta dan IUD 231 peserta serta Implant 16 peserta, suntik 259 peserta dan pil sebanyak 42 peserta sedangkan kondom sebanyak 177 peserta.
Secara  nasional pada pelayanan MOW di Kaltim pada Juli 2013 mencapai 1.017 peserta atau Kontrak Kinerja Provinsi (KKP) sebesar 192,98 persen. “Diharapkan melalui pelatihan CTU bagi petugas/bidan rumah sakit maka kesertaa ber-KB meningkat,” harap Jufri Yasin.
Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan pascapersalinan dan pasca keguguran di rumah sakit maka Perwakilan BKKBN Kaltim telah memberikan bantuan Laparscopi sebanyak tujuh unit kepada rumah sakit, termasuk kerjasama  dengan Rumah sakit Siaga Ramania Samarinda sebagai Center of Excellence untuk pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi.
Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan reproduksi Suryansyah menyebutkan pelatihan CTU diikuti 35 peserta terdiri dari petugas/bidan rumah sakit dan petugas SKPD KB kabupaten/kota meghadirkan Budi Iman Santoso dari Jaringan Nasional Pelatihan Klinik.(yans/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation