BKOW Berperan Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba

BKOW Berperan Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba

 

SAMARINDA–Kondisi peredaran serta penyalahgunaan narkotika dan bahan/obat berbahaya (narkoba) saat ini sangat memprihatinkan. Bahkan Kaltim berada di deret keempat teratas nasional untuk kasus-kasus penyalahgunaan narkoba.

Penggunanya bukan hanya orang dewasa tetapi anak-anak, bahkan hingga anak usia dini. Peredarannya pun sulit dibendung masuk ke lingkungan sekolah. Karena ancaman yang demikian besar,  maka Indonesia telah menetapkan status darurat narkoba.

Diperlukan langkah dan upaya antisipatif yang lebih kuat terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat tidak terkecuali organisasi kemasyarakatan seperti Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat menerima audiensi jajaran pengurus BKOW Kaltim periode 2014-2019 di ruang kerjanya mengharapkan peran aktif organisasi yang menaungi organisasi wanita Kaltim dalam antisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu Ketua Umum BKOW Kaltim Hj Suryani Astuti Tommy mengakui pihaknya selama ini telah intensif melakukan sosialisasi serta pendidikan dan pelatihan bagi siswa sekolah dalam upaya antisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami selalu intensif melakukan sosialisasi dan pelatihan serta pendidikan bagi siswa sekolah hingga di pelosok khususnya melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim serta instansi terkait (Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB),” ujar Suryani Astuti Tommy. (yans/sul/hmsprov)

///Foto: PENGURUS BARU. Gubernur Awang Faroek Ishak bersama pengurus BKOW Kaltim periode 2014-2019.(johan/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation