BKOW Jadi Motor Penggerak

* Pendidikan Karakter


SAMARINDA – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) sebagai organisasi perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam emndukungproghram pembangunan yang dilaksankan pemerintah, khususnya menjadi motor penggerak pendidikan karakter dalam masyarakat.
“Kaum perempuan dalam lingkungan keluarga maupun melalui organisasinya (BKOW), diharapkan menjadi motor penggerak memfasilitasi pembangunan karakter,” kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak      tertulis disampaikan Kepala BPPKB Kaltim Hj Ardiningsih pada Rapat Kerja BKOW Kaltim 2013 di Samarinda, Sabtu (23/3).
Menurt dia, saat ini pemerintah fokus melaksanakan pembangunan karakter dalam upaya membentuk prilaku/watak dan moral anak-anak sebagai generasi penerus bangsa agar mampu menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti yang luhur.
Apalagi sekarang ini masyarakat dihadapkan pada berbagai permasalahan yang komplek khususnya dalam era globalisasi yang berimbas pada krisis multidimensi. Baik yang bernuansa SARA maupun  maraknya kriminalitas dan peredaran serta penggunaan narkoba.
Kondisi ini perlu diwaspadai terutama yang mengarah pada pengaruh yang akan merusak moral generasi muda bahkan yang menjurus pada disintegrasi bangsa. Karenanya, pendidikan karakter perlu ditingkatkan oleh lembaga formal (sekolah) maupun non formal (organisasi).
“Terlebih pembentukkan karakter/moral dilakukan dalam keluarga dan masyarakat. Sebab, apalah artinya anak-anak yang cerdas atau pintar akan tetapi rusak akhlaknya atau tidak baik  moralnya. Karenanya, pendidikan karakter sama haknya membangun kualitas hidup anak dan BKOW dapat memainkan peranannya secara optimal,” harapnya.
Ditambahkannya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat Kaltim sangat diperlukan guna kesuksesan pencapaian program-program pembangunan secara maksimal. Karena pemerintah tidak mungkin mampu melaksanakan pembangunan tanpa adanya dukungan serta keterlibatan maupun campur tangan masyarakat didalamnya.
Sementara itu Ketua Umum BKOW kaltim Hj Itty Rukiah mengemukakan pembangunan/pendidikan karakter yang dilaksanakan organisasi berupa pembinaan karakter anak, remaja dan keluarga selain berupaya meningkatkan kualitas diri anggotanya.
“Pembangunan dan pendidikan karakter menjadi keharusan. Sebab, pendidikan tidak saja menjadi anak cedas tetapi mempunyai budi pekerti dan sopan santun. Sehingga keberadaannya menjadi lebih bermakna bagi keluarga dan masyarakat terutama dirinya sendiri,” ujar Itty.
Dijelaskan, berbagai program organisasi yang dilaksanakan berkaitan dengan program pemerintah, terutama pemberdayaan perempuan. Yakni, pemberdayaan ekonomi mandiri, peningkatan pengetahuan, partisipasi serta kapasitas perempuan berpolitik. Meningkatkan kepedulian dan perlindungan terhadap perempuan dan anak atas tindak kekerasan serta peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan anak usia dini.
Raker BKOW se-Kaltim 2013 dilaksanakan selama tiga hari sejak 22-24 Maret dan diikuti 132 peserta terdiri dari Dewan Pimpinan BKOW Kaltim, organisasi anggota serta peninjau dari unsur GOW  kabupaten/kota se-Kaltim.
Hadir Ketua  dan Wakil Ketua TP PKK Kaltim Hj E Amelia Suharni Faroek dan Hj Ruzaimah Farid serta Ketua P2TP2A Kaltim Hj Eka Komariah Kuncoro dan Tim Ahli Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Pusat T Febrianti Marwan.(yans/hmsprov)

//Foto: RAPAT KERJA. Kepala BPPKB Kaltim Hj Ardiningsih memasangkan tanda pengenal pada Peserta Rapat Kerja BKOW. (masdiansayah/humasprov kaltim).
 

Berita Terkait