Blusukan Udara dari Rakyat untuk Pemerintah

 Malam Jumpa Pendengar RRI Bersama Gubernur

SAMARINDA - Ratusan pendengar Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda hadir dalam kegiatan bertema Malam Jumpa Pendengar RRI bersama Gubernur Kaltim di Pendopo Lamin Etam, Kamis malam (8/10).

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menilai apa yang dilakukan Pemprov Kaltim bekerjasama dengan RRI Samarinda, khususnya ketika siaran gubernur menyapa atau jumpa pendengar merupakan bagian untuk menyerap informasi dari masyarakat atau blusukan via udara. Karena tujuan program tersebut dari rakyat untuk pemerintah.

Gubernur Awang Faroek menyatakan gaya blusukan biasa dilakukan para pejabat di Indonesia, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tetapi berbeda dengan Pemprov Kaltim, gubernur bisa langsung menyerap aspirasi tidak perlu waktu lama untuk turun ke daerah. Apalagi, kondisi geografis dan luas wilayah Kaltim sangat luas, yakni satu setengah dari Pulau Jawa.

“Melalui kegiatan ini saya yakin aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat diterima langsung. Ini merupakan komunikasi yang sangat saya banggakan. Karena komunikasi ini dapat dilakukan dua arah, yakni dari pemerintah ke rakyat dan dari rakyat kepada pemerintah. Apalagi, negara kita sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi,” kata Awang Faroek Ishak di Pendopo Lamin Etam Samarinda.

Menurut dia, masyarakat bisa langsung menyampaikan kondisi yang terjadi di daerah melalui siaran RRI. Karena, setiap kegiatan tersebut gubernur selalu mengajak Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim untuk mendengar langsung aspirasi rakyat.

Gubernur menilai, permasalahan teknis di lapangan adalah tanggungjawab masing-masing SKPD untuk melaksanakannya, sehingga wajar apabila pimpinan SKPD mengetahui aspirasi rakyat melalui siaran radio.

“Dari siaran ini, aspirasi masyarakat bisa langsung ditampung pemerintah. Apabila kondisi tersebut sangat penting, maka segera mungkin saya menginstruksikan SKPD terkait untuk turun ke lapangan, sehingga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah semakin baik,” jelasnya.

Awang menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, hal ini penting dilakukan, karena dapat menyadarkan semua pihak, bukan hanya dibebankan kepada pemerintah tetapi masyarakat, agar saling memberikan informasi terkait perkembangan pembangunan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, gubernur didampingi sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Kaltim, yakni Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kaltim M Sa’bani, Direktur RSUD AWS dr Rachim Dinata Marsidi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wahyu Widhi Heranata, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Eddy Kuswadi, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Amrullah dan Kepala Biro Organisasi Yuswadi.

Kegiatan tersebut semakin bermakna, selain gubernur menyapa langsung para pendengar dan pendengar juga demikian. Gubernur memberikan kesempatan kepada masing-masing pimpinan SKPD menyampaikan perkembangan pembangunan di Kaltim. Mulai dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan M Sa’bani yang menjelaskan bagaimana perkembangan jalan tol Kaltim.

Sa’bani mengatakan sesuai komitmen gubernur untuk mewujudkan interkoneksi antar daerah, maka akses tranportasi mulai darat, laut dan udara terus dilakukan. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Contohnya pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan-Samarinda atau biasa disebut Tol Balsam dengan jarak tempuh dari Km13 Balikpapan-Samarinda dengan panjang 99,02 kilometer.

“Yang patut diketahui rakyat Kaltim di mana pun berada, khususnya para pendengar Radio RRI, bahwa jalan tol dari Seksi V yang menghubungkan Km 13 Balikpapan-Sepinggan Balikpapan sepanjang 11 kilometer saat ini dilakukan percepatan pembangunannya. Khusus Seksi V ini mendapat dukungan dana APBN dan loan Tiongkok dan akan diselesaikan dalam 730 hari kalender atau sekitar dua tahun. Nilai kontraknya sekitar Rp848 miliar,” jelas Awang.

Selain itu, Kepala BPBD Kaltim Wahyu Widhi Heranata juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan informasi terakhir tentang masalah kabut asap. Menurut Widhi, Kaltim bukan salah satu dari enam daerah yang dinyatakan enam besar bencana asap.

“Kita tidak perlu khawatir dengan kondisi ini. Meskipun saat ini penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap mengalami peningkatan, namun untuk titik api mengalami pengurangan. Karena asap yang terjadi di Kaltim merupakan kiriman dari Kalimantang Tengah, Utara dan Selatan,” jelas Widhi. (jay/sul/hmsprov) 

 

//Foto: TERIMA ASPIRASI. Pendengar RRI bersilaturrahmi dengan Gubernur Awang Faroek Ishak. (seno/huasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation