BNN Kaltim Libatkan Masyarakat Sebagai Relawan Anti Narkoba

SAMARINDA – Jajaran Narkotika Nasional (BNN) Kaltim, terus melakukan upaya pencegahan terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) di daerah ini.

Guna mengintensifkan upaya pencegahan tersebut, BNN terua memberikan penyuluhuan dan kesadaran masayarakat dari berbagai kalangan untuk ikut melakukan pengawasan pencegahan di lapangan.

Kepala  Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim Maridup Samosir Pakpahan, mengatakan dengan  maraknya  peredaran gelap Narkoba, di sejumlah kalangan perlu dilakukan peningkatan fungsi  intelijen, dengan melibatkan masayarakat. Termasuk kalangan mahasiswa, dengan membentuk relawan anti Narkoba..

"Saya mengajak para mahasiswa Politeknik untuk meningkatkan kemampuan intelijen untuk membantu pemerintah guna mempersempit ruang gerak para pengedar terutama di kalangan sekolah dan perguruan tinggi," tegas  Maridup Samosir Pakpahan pada penyuluhan bahaya Narkoba di aula  Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) , Senin (11/2).

Dia mengatakan, para pelajar juga mahasiswa diminta mewaspadai kantung-kantung rawan peredaran Narkoba, lebih terpenting lagi  mewaspadai kemungkinan terjadi penyalahgunaan barang haram itu di lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk ikut serta perang melawan Narkoba, sekaligus  membuka informasi dan tata cara pelaporan jika  terdeteksi adanya kegiatan penyalahgunaan Narkoba untuk segera  dilakukan pencegahan.

"Penyalahgunaan Narkoba merupakan kejahatan lintas negara yang  terorganisir yang berdampak pada gangguan kesehatan, ekonomi,  keamanan serta sebagai pembunuh karakter bangsa sehingga kita harus bersatu memberantas," tegasnya.

Dia mengatakan Pemprov Kaltim sudah mencanangkan,  bebas Narkoba pada  2015,  tentunya tekad Zero Narkoba ini harus didukung semua pihak tidak terkecuali kalangan pelajatr maupun mahasiswa di daerah ini. (sar/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation