Bontang Jadi Kawasan Strategis Nasional

SAMARINDA – Kota Bontang yang telah ditetapkan pemerintah sebagai kawasan untuk pengembangan kluster industri oleochemical berbasis gas dan kondensat akan menjadi kawasan strategis nasional (KSN).

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menegaskan keinginan Pemprov Kaltim itu saat menerima jajaran pimpinan PT Pupuk Kaltim (PKT) pada Jumat (4/3), di Guesthous Pendopo Lamin Etam.

Menurut dia, Bontang sangat wajar menyandang predikat KSN. Mengingat di daerah itu terdapat beberapa kawasan industri nasional milik BUMN (badan usaha milik negara).

Diantaranya, PT Pupuk Kaltim yang memproduksi pupuk urea serta amoniak dan PT LNG Badak yang mengolah gas alam cair (liquefied natural gas) termasuk beberapa perusahaan oleochemical lainnya.

“Bontang saya usulkan menjadi KSN sebab ada PKT dan LNG Badak juga perusahaan lainnya. Status KSN itu sama saja dengan kawasan ekonomi khusus (KEK). Karena semua kemudahan pasti didapatkan termasuk bagi para investor,” kata Awang Faroek Ishak.

Kemudahan itu lanjut gubernur, diantaranya kekhususan dalam masalah perijinan maupun pajak (bea cukai) serta fasilitas pemerintah lainnya termasuk ketersediaan pelabuhan.

Terpenting harap Awang, bagaimana upaya pemerintah untuk menyukseskan berbagai program strategis di daerah ini mendapat dukungan seluruh komponen masyarakat tidak terkecuali lembaga legislatif.

Sementara itu Direktur Utama PT PKT Bakir Pasaman mengemukakan pertemuan bertujuan memperkenalkan susunan direksi baru sekaligus mengupdate beberapa hal terkait pengembangan perusahaan.

“Kita ingin memperkenalkan jajaran direksi baru sekaligus meminta dukungan Pak Gubernur (Gubernur Awang Faroek Ishak) agar semua yang dikembangkan PKT sinkron dengan program pembangunan provinsi,” ujar Basri Pasaman.(yans/hmsprov)

Berita Terkait