Bontang Potensial Jadi Kawasan Wisata Pendidikan Migas

BONTANG – Kota Bontang sangat potensial menjadi kawasan wisata pendidikan Migas dan  kuliner serta budaya yang dipastikan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, seiring dengan berkembangnya kegiatan usaha ekonomi kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Penegasan itu, disampaikan Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak ketika meresmikan Kebun PKK terpadu Bontang Lestari dalam rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak  PKK ke-41 dan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)  X, di Kota Bontang, Selasa (9/4).
Dalam kesempatan itu, Awang mengatakan Kota Bontang telah ditetapkan sebagai kawasan industri klaster gas dan kondensat, sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah tersebut. Potensi ini bisa dikembangkan menjadi sebuah objek wisata, khususnya bagi pelajar dan pemuda di dalam dan luar Kaltim untuk mengetahui proses pembuatan Migas, pupuk dan kondensat.
Sangat ironis jika pelajar atau pemuda Kaltim tidak mengetahui tentang proses pengolahan Migas hingga menjadi pupuk dan kondensat. Sementara di daerah ini terdapat industri pengolahan tersebut.
“Saya kira bisa diatur waktunya secara rutin, sehingga memberikan kesempatan bagi pelajar dan pemuda Kaltim serta seluruh rakyat di tanah air untuk mengetahui berbagai proses pengolahan Migas, pupuk dan kondensat,” katanya.
Selain itu, potensi yang tidak kalah menariknya adalah wisata kuliner yang dimiliki Kota Bontang, salah satunya yang telah terkenal hingga ke Negeri Belanda,  adalah masakan tradisional Gammi Bawis.
Terkait dengan masakan ini, Awang mengusulkan agar dimodifikasi untuk menarik wisatwan agar mau menyantap masakan tersebut. Misalnya dengan menentukan kelas masakan dengan nama Gami Bawis Bintang I, II, III, IV dan V yang  perbedannya adalah jumlah lombok sebagai perasa pedas pada masakan kuliner itu. Hal ini harus didukung oleh semua pihak, diantaranya disuguhkan oleh sejumlah hotel dan restoran dan menjadi santapan wajib pada acara-cara penting.
Selanjutnya potensi wisata budaya yang dimiliki Kota Bontang adalah mempertahankan Budaya Kutai yang saat ini berpusat di Guntung, sebagai sebuah warisan leluhur yang dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan datang ke kota ini.
“Dengan modal ini, saya yakin Bontang akan menjadi salah satu daerah kujungan wisata yang diminati di masa datang, sehingga berdampak positif bagi pengembangan UMKM di daerah ini,” ujarnya.
Sementara itu, terkait dengan pengembangan kebun PKK yang dilakukan Kota Bontang, Awang menyambut baik, karena hal ini sangat tepat sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan pertanian dalam arti luas dan berkelanjutan.
Dia minta agar kawasan ini terus dikembangkan, terutama dalam hal budi daya sejumlah komoditi unggulan daerah yang saat ini sudah jarang terlihat bahkan hampir punah, sehingga keberadaannya tetap terjaga.
Sementara itu, Walikota Bontang, Adi Dharma mengatakan  kebun yang luasnya mencapai 3,5 ha itu, tidak hanya sebagai kebun terpadu, tetapi juga menjadi sarana pelatihan bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu dan berusaha di bidang pertanian.
 Berbagai kegiatan di kebun tersebut, yakni tanaman sayur-sayuran, budidaya perikanan, tanaman buah naga, peternakan ayam ras, berbagai tanaman buah unggul lokal dan lokasi pemancingan serta arana rekreasi alam.
“Kita berharap kawasan ini menjadi pusat kegiatan dan pengembangan pangan, sehingga menjadi sarana pelatihan dan rekreasi bagi warga Bontang, terutama yang ingin mengembangan usaha pertanian dalam arti luas,” kata Adi Dharma.
Dalam kesempatan itu, Gubernur bersama Wagub Farid Wadjdy,  Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisal, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Gadang Pambudi serta Walikota Bontang berkesempatan menanam pohon, panen ikan, menebar nener lele dan meninjau bibit pohon gaharu. (santos/hmsprov).

///Foto : Gubernur Awang Faroek, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal  dan Walikota Bontang Adi Dharma saat panen ikan di lokasi Kebun PKK Terpadu Bontang Lestari.(fadli/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation