BPBD Kaltim Siapkan Desa Tangguh Bencana

SAMARINDA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim sedang menyiapkan konsep “Desa Tangguh Bencana” untuk beberapa kabupaten/kota di Kaltim.


Sebagai tahap awal, BPBD Kaltim akan menjadikan Desa Budaya Pampang Samarinda Utara sebagai contoh Desa Tangguh Bencana. Sedangkan desa-desa di kabupaten/kota lainnya akan menyusul kemudian.


Rencana ini  diungkapan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kaltim, Wahyu Widi Heranata usai pengukuhan pengurus Bulan Sabit Merah Indonesia Kaltim di Samarinda, Minggu (17/2).


“Kita tentu tidak menginginkan atau melawan bencana yang diturunkan Tuhan, Yang Maha Esa, tetapi dengan Desa Tangguh Bencana ini diharapkan setiap warga desa memiliki kecakapan untuk menyelamatkan diri dan keluarga sehingga korban dapat ditekan seminim mungkin,” ucapnya.


Kesiapan manusia untuk menghindari bencana ini ternyata telah teruji ketika bencana tsunami datang menghantam Aceh dan sekitarnya pada 2004. Ternyata, ada satu pulau di Kepulauan Mentawai  yang seluruh warganya berjumlah 1.000 jiwa dapat selamat karena mereka sering dilatih secara berkala oleh LSM Pemerintah  Jepang dalam menghadapi tsunami.


Dijelaskan Wahyu, kecendrungan terjadinya bencana baik alam maupun sosial dari data yang dimiliki BPBD Kaltim cenderung meningkat. Begitu pun dengan kerugian material yang ditimbulkan.


Jika 2009 kerugian material akibat bencana mencapai Rp34 miliar  maka pada 2012 kerugian akibat bencana ini di Kaltim telah meningkat Rp52 miliar. Selama ini,  Dinas Sosial telah memiliki Desa Siaga Bencana, sehingga BPBD Kaltim berinisiatif membentuk Desa Tangguh Bencana dengan tujuann sama, yaitu memilimalisir korban jiwa dan harta benda.


“Sebagai suatu badan yang mengurus bencana dan penanganannya, kami akan berusaha semaksimal mungkin meminimalisir terjadinya bencana dan membentuk mental masyarakat untuk lebih tangguh dalam menghadapi suatu bencana,” ujarnya.(yul/hmsprov).

Berita Terkait