BPBD Mahulu akan Terbentuk pada 2016

BPBD Mahulu akan Terbentuk pada 2016

 

SAMARINDA - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akan terbentuk pada 2016 setelah adanya koordinasi antara Pemkab Mahulu dengan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB).

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Kaltim Wahyu Widhi Heranata melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Kresnayana dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persediaan dan Kebutuhan Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/11).

Menurutnya, dari sepuluh kabupaten dan kota yang tersebar di Kaltim hanya Kabupaten Mahulu yang belum terbentuk BPBD. Hal ini yang membuat BNPB maupun BPBD provinsi kesulitan untuk mengirimkan bantuan dalam bentuk anggaran maupun peralatan penanggulangan bencana alam ke Mahulu karena tidak adanya lembaga hukum.

"Kami persilahkan Pemkab Mahulu segera membentuk BPBD pada 2016 mendatang," kata Kresnayana.

Rapat koordinasi digelar oleh BPBD Kaltim dihadiri oleh 50 peserta yang berasal dari perwakilan BPBD se-Kaltim (selain Mahulu) dan perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mahulu serta BPBD Provinsi Kaltara sebagai tamu undangan.

Rakor ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) dalam penanggulangan bencana. Apalagi, BPBD memiliki tugas utama melaksanakan penanggulangan bencana secara terintegrasi baik pra bencana, saat tanggap darurat dan pasca bencana.

BPBD memiliki fungsi dalam berkoordinasi, memberi komando dan sebagai pelaksana penanggulangan bencana serta memiliki kewajiban mengerahkan logistik ke lokasi bencana yang disesuaikan dengan kebutuhan yang mendesak

"Setelah rakor ini, para peserta diharapkan memiliki pengetahuan dasar yang cukup untuk meningkatkan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam penanggulangan bencana. Serta memberikan yang terbaik untuk kebutuhan logistik dan juga bisa memperkirakan jumlah logistik dalam penanggulangan bencana," katanya. (rus/sul/hmsprov)

Berita Terkait