BPD Harus Mampu Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

Gubernur Awang Faroek Ishak (tengah) bersama bupati dan walikota se-Kaltim dan Kaltara serta jajaran pimpinan BPD Kaltim-Kaltara. (masdiansyah/humasprov kaltim)

 

BPD Harus Mampu Pacu Pertumbuhan Ekonomi Rakyat

 

BALIKPAPAN - Peningkatan status Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai perusahaan daerah (perusda) milik pemerintah daerah menjadi perseroan terbatas harus diiringi pula dengan peningkatan kinerja lembaga keuangan tersebut. Harapan itu diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Pertama dan Rapat Umum Pemegang Saham Lainnya PT BPD Kaltim-Kaltara di Mahakam Meeting Room IV Royal Suite Hotel Balikpapan, Jumat (3/11).

 

Salah satunya menurut gubernur,  di usianya yang ke-52 tahun ini BPD harus bisa membuktikan kehadirannya mampu meningkatkan perekonomian rakyat baik yang di perkotaan maupun pedesaan bahkan di perbatasan dan daerah terpencil serta pedalaman. "BPD sudah meningkat statusnya dan bagaimana lembaga ini selain meningkat pelayannya juga kehadirannya mampu memacu peningkatan ekonomi masyarakat di Kaltim dan Kaltara," katanya.

 

Awang menegaskan sesuai komitmen dirinya untuk menjadikan BPD sebagai agen pembangunan baik pembangunan infrastruktur terlebih ekonomi rakyat. Selain itu, sejak awal kepemimpinannya di Kaltim ini dirinya sudah membuat program pro rakyat melalui dukungan permodalan atau kredit usaha sesuai potensi daerah setempat. Diantaranya, Kredit Ternak Sejahtean untuk modal usaha petani ataupun masyarakat di bidang peterrnakan khususnya sapi. Juga, Kredit Sawit Sejahtera guna memberikan dukungan permodalan bagi pekebun kelapa sawit atau masyarakat yang ingin berusaha di subsektor perkebunan.

 

Ada pula Kredit Perikanan Sejahtera yang disediakan bagi masyarakat pesisir dan sekitar sungai maupun rawa untuk kegiatan budidaya perikanan dan rumput laut. Termasuk Kredit Pangan Sejahtera bagi petani yang ingin berusaha di sektor pertanian tanaman pangan yang sekarang lagi digalakkan tanaman padi, jagung dan kedelai. Gubernur menjelaskan ada juga Kredit UKM Sejahtera yang disediakan bagi masyarakat yang perlu modal usaha di sektor usaha mikro kecil menengah. "Pokoknya tidak ada kata lain. Keberadaan dan kehadiran BPD harus bisa dirasakan rakyat Kaltim dan Kaltara dimanapun juga," tegas Awang.

 

Dia menambahkan target seluruh kecamatan di wilayah Kaltim dan Kaltara sudah terbentuk kantor cabang BPD atau minimal kantor kas di setiap kelurahan dan pedesaan hingga akhir 2018. RUPS  dipimpin Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (selaku pemegang saham mayoritas) dan Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie. Rapat juga dihadiri para bupati dan walikota se-Kaltim dan Kaltara selaku pemegang saham.  Juga, hadir Direktur Utama PT BPD Kaltim-Kaltara H Zainuddin Fanani dan dewan pengawas serta dewan Direksi PT BPD Kaltim-Kaltara. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation