BPKP2DT Lakukan Kajian Barter Trade Kawasan Perbatasan

Kerjasama Dengan Unmul


SAMARINDA–Badan Pengelola Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Tertinggal (BPKP2DT) Kaltim, bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk mengkaji sistem barter trade di wilayah perbatasan.
Barter trade atau dikenal dengan sistem perdagangan barter, adalah kegiatan tukar-menukar barang yang terjadi tanpa perantaraan uang. Kepala BPKP2DT, Frederik Bid, mengatakan hasil kajian bersama ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah baik pusat maupun daerah.
"Hasil kajian itu nantinya diharapkan mampu mengikuti pola-pola pasar yang sudah berjalan di wilayah perbatasan, juga mampu  menciptakan infrastruktur yang bagus, aman dan nyaman juga tercipta suatu kawasan perdagangan atau ekonomi di wilayah perbatasan," kata Frederik Bid, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/3).
Diungkapkan, pada wilayah perbatasan bukan saja terjadi pertukaran barang, tetapi pembelian dengan mata uang kedua negara. Kondisi ini juga perlu pengkajian, terkait perlakuan ekonomi yang sudah diciptakan masyarakat setempat, agar tetap  berjalan seperti biasa. Jangan sampai dibuat aturan-aturan baru justru menyebabkan masyarakat perbatasan  dirugikan.
"Kalau ada pusat perekonomian di perbatasan, tentunya akan terjadi perputaran uang dan yang untung tentunya Indonesia, karena  mendapatkan devisa. Dengan pertimbangan selisih mata uang yang  membuat minat untuk berbelanja di tempat yang lebih murah atau dengan uang sedikit akan mendapatkan barang lebih banyak," ujarnya.(sar/hmsprov).

////Foto : Frederik Bid
 

Berita Terkait