BPPD Kaltim Ajak Masyarakat Perbatasan Budidayakan Gaharu

JAKARTA - Keberadaan pohon gaharu di wilayah perbatasan, dikhawatirkan akan habis jika tidak dipertahankan. Padahal memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim Frederik Bid didampingi Kepala Sub Bidang Investasi dan UMKM BPPD Kaltim Kholid Budhaeri di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (4/5).
BPPD Kaltim kata Frederik akan terus berupaya mempertahankan pohon gaharu di wilayah perbatasan dengan menggencarkan sosialisasi dan pelatihan budidaya gaharu kepada masyarakat setempat.
"Pertengahan bulan ini, kami akan adakan pelatihan kepada masyarakat di Desa Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu. Kami berharap masyarakat yang selama ini mencari gaharu di hutan bisa turut membudidayakannya agar mendapatkan penghasilan tambahan dari budidaya gaharu tersebut," katanya.
Setelah pelatihan ini, BPPD menargetkan agar masyarakat bisa menanam pohon gaharu di kebunnya masing-masing.
"Kita perkenalkan teknik in okulasi agar kayu gaharu yang sengaja ditanam masyarakat di kebun masing-masing nanti akan dapat memiliki harga yang tinggi. Sehingga dengan budidaya kayu gaharu ini dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus sebagai antisipasi habisnya gaharu di alam atau di dalam hutan hingga sulit ditemukan," katanya.
Bukan hanya gaharu, BPPD Kaltim juga mengembangkan tanaman kakao di wilayah perbatasan. Sebab kakao yang ditanam masyarakat telah mampu menggerakkan roda ekonomi kawasan perbatasan. Sehingga, sudah semestinya tanaman kakao ini dikembangkan di wilayah perbatasan agar masyarakat menjadi lebih maju dan sejahtera," katanya. (rus/sul/humasprov

Berita Terkait