BPPKB Kaltim Gelar Nobar Bersama Anak-anak

SAMARINDA - Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2016 lalu memang sudah lewat. Namun, kemeriahannya masih dirasakan Kaltim. Pada Rabu (27/7/2016) Pemprov Kaltim melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kaltm menggelar nonton bareng bersama anak-anak d Studio XXI Samarinda Central Plaza.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB) Kaltim Hardiana Muryani mengatakan bahwa nonton bareng bersama anak-anak merupakan kegiatan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Samarinda.
"Kegiatan ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia. Nonton bareng dengan film yang berjudul 12 Menit untuk Kemenangan Selamanya," katanya.
Film ini, kata Hardiana memberikan pesan moral kepada anak-anak generasi penerus agar terus berjuang dalam menggapai keinginan atau cita-cita melalui pengorbanan dan perjuangan yang tidak kenal lelah.
"Kita berharap dalam film ini bisa memotivasi buat anak-anak kita semua bahwa hidup ini penuh dengan perjuangan dan perlu semangat dan doa," katanya.
Hardiana menambahkan bahwa melalui film yang bermutu di harapkan dapat di ambil hikmah dari tayangan itu. Selain itu, dapat diambil contoh tauladan yang untuk kemudian ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 "Dengan film ini kiranya dapat memacu semangat insan perfilman Indonsea untuk dapat membuat film-film bermutu seperti halnya film 12 menit kemenangan untuk selamanya," katanya.
Dalam peringatan hari anak yang mengambil tema akhiri kekerasan terhadap anak, Hardiana menekankan akan pentingnya membangun karakter bangsa yaitu memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran dan tubuh anak didik kta.
"Ketiga bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita sebagai generas penerus bangsa di masa depan," katanya.
Dalam kegiatan Nobar Film yang berjudul 12 Menit untuk Kemenangan Selamanya disaksikan oleh anak-anak yang berasal dari komunitas dari panti Swasta dan pemerintah, Binaan dari sejumlah LSM, sekolah-sekolah disable dan sekolah anak berkebutuhan khusus. (rus/humasprov)

Berita Terkait