BSB Jadi Heart Bandara di Kaltim

SAMARINDA - Bandara Samarinda Baru (BSB) Sungai Siring yang saat ini masih dalam proses pembangunan, kelak diharapkan  mampu menjadi Heart Bandara di Kaltim. Artinya, BSB dapat menjadi pusat lintasan pesawat di Kaltim, selain Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Menurut Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, pembangunan BSB diyakini tidak akan menganggu eksistensi bandara lainnya dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

"Semua harus bersaing secara sehat. Kita berharap BSB dapat menjadi heart-nya pesawat yang melintasi berbagai bandara di Kaltim. Saya yakin, tidak akan menganggu aktifitas bandara di Balikpapan," kata Awang Faroek Ishak, baru-baru ini.

Awang menambahkan, sedikitnya akan ada 20 bandara terbangun di Kaltim. Karena itu, BSB diyakini akan menjadi pusat lintasan. Menurut dia, pembangunan bandara tersebut bukan menjadi pesaing bandara Sepinggan Balikpapan.

Apalagi, Kaltim juga kini membangun jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan-Samarinda. Karena itu, masyarakat dapat memilih akses mana yang dimanfaatkan, sehingga mobilisasi masyarakat semakin baik.

"Apa yang kita bangun saat ini untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat, jika transportasi mudah maka perekonomian masyarakat semakin baik. Karena semua terkoneksi dengan baik," jelasnya.

Bahkan Pemprov Kaltim memastikan pembangunan landasan pacu BSB sepanjang 2.250 meter dan lebar 45 meter akan selesai sesuai target pada akhir 2016. Penyelesaian pekerjaan ini dilakukan secara bersama oleh kontraktor PT Waskita Karya, PT Hutama Karya dan PT Wijaya Karya dengan alokasi Rp695 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Kaltim.

Sementara untuk pekerjaan apron bandara dengan panjang 100 meter dan lebar 300 meter juga menggunakan APBD dan saat ini juga dalam proses pembangunan. Apabila pembiayaan pembangunan masih kurang, maka akan diusulkan melalui dukungan APBN.

"Alhamdulillah 2015 BSB dibantu dari APBN untuk pemadatan apron bandara," jelasnya.

Pemprov Kaltim yakin dengan alokasi Rp695 miliar akhir 2016 BSB bisa diselesaikan. Meski demikian, dia meminta masyarakat tidak pesimis, karena program ini didukung pemerintahan era Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait