Buah Naga Kaltim Miliki Sejumlah Keunggulan

BALIKPAPAN – Potensi pengembangan buah-buahan lokal Kaltim, khususnya buah naga sangat besar dan sangat menarik minat petani untuk mengembangkan. Buah naga yang dihasilkan Kaltim ternyata memiliki keunggulan diantaranya buah memiliki kandungan rasa lebih manis, ukuran buah besar dan tidak tergantung musim.
“Keuntungan geografis Kaltim yang berada tepat di garis khatulistiwa menjadikan produksi buah naga di Kaltim tidak tergantung musim. Berbeda dengan buah naga di Jawa yang sangat tergantung musim,” jelas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim, H Ibrahim usai Rapat Program tahun 2013 dan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan tahun 2014 Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Kaltim, di Balikpapan, Rabu (27/11).
Menurut dia, potensi buah lokal yang begitu besar dapat dikembangkan secara luas jika masyarakat sebagai konsumen mencintai buah yang dihasilkan daerah sendiri. Sebut saja, buah papaya mini Balikpapan yang mampu menembus Kota Surabaya dan Jakarta.     Begitupun dengan buah naga diharapkan dapat menembus pasar provinsi lain karena keunggulan yang dimiliki. Sedangkan untuk pemasaran buah-buah lokal Kaltim ke pulau lainnya sangat terbuka lebar.
Petani diharapkan harus mampu memenuhi produksi yang diminta dan selalu menjaga ketersediaan. “Mengonsumsi buah lokal tentu lebih sehat karena kandungan vitamin, mineral dan airnya masih terjaga. Berbeda dengan buah impor yang penampilannya bagus namun kita hanya makan ampasnya saja. Gizinya telah berkurang jauh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura, Uni Gamayani menjelaskan Pemprov Kaltim melalui Dinas Pertanian telah memberikan bantuan kepada petani buah-buah lokal, diantaranya untuk jenis jeruk keprok borneo, pisang, durian, pepaya dan buah naga.
“Selain buah-buahan bantuan juga diberikan kepada petani bawang merah dan jenis bunga-bungaan yang termasuk dalam bidang hortikultura. Bantuan terdiri dari dua macam yaitu dari APBN dan APBD,” jelasnya.(yul/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak panen buah naga yang dikembangkan masyarakat. Buah Naga produksi Kaltim memiliki berbagai keunggulan disbanding daerah lain.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait