Buah-buahan Asal Kaltim Mampu Penuhi Pasokan Lokal

SAMARINDA – Potensi perkebunan buah di Kaltim diyakini mampu dapat  memenuhi pasokan buah lokal di pasaran. Buah-buah lokal atau buah nusantara yang ada di Kaltim jika dikelola secara baik akan dapat bersaing dengan buah-buahan dari luar Kaltim bahkan buah impor dari luar negeri.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy saat panen buah Durian (Durio zibethinus) di kebun milik petani bernama H Haris, serta penyerahan bantuan obat-obatan kepada petani di Kecamatan Makroman Samarinda, Jumat (22/2).“Setelah mendengar pendapat para petani, diketahui bahwa konsumsi buah oleh masyarakat terus membaik. Begitupun dengan pemasaran tidak ada kendala karena jalan-jalan terhubung baik. Apalagi kualitas buah dari Kaltim tidak kalah  dengan kualitas buah lokal lainnya,” ujarnya.

Konsumsi buah oleh masyarakat  diakui Wagub terus membaik karena pendapatan ekonomi masyarakat Kaltim yang terus meningkat. Buah apa saja yang djual dan tersedia di pasar tradisional dan modern, tetap dibeli oleh masyarakat walaupun harganya relatif  mahal.Begitupun dengan jumlah pembelian,  banyak petani yang kewalahan karena  tidak mampu  menyediakan buah lokal atau buah nusantara ini akibat  terbatasnya produksi.

Pemerintah Daerah, ujar Farid Wadjdy  terus mendorong pengembangan buah-buah nusantara ini dengan menyediakan fasilitas kredit di bank milik daerah. Dengan harapan buah nusantara dapat menahan laju buah impor yang masuk ke Indonesia termasuk kaltim.

“Jadi jika ingin menggeser posisi buah impor, maka petani harus menyediakan buah nusantara ini sepanjang tahun sehingga masyarakat tidak kesulitan jika ingin mendapatkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, H. Ibrahim mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menggalakan penanaman buah nusantara oleh petani dengan penyediaan bibit unggul berkualitas, penyediaan Tenaga Penyuluh Lapangan maupun berbagai bantuan lainnya. Jika saat musim panen tiba, Ibrahim juga meminta kepada petani untuk menyeragamkan harga buah, sehingga harga buah di tingkat petani dapat sama dengan buah di tingkat pasar.

“Selama ini harga buah lokal atau nusantara ini seringkali mengecewakan pembeli. Karena harganya terkadang lebih tinggi di tingkat petani daripada di pasar atau sebaliknya harga di tingkat petani anjlok sementara di pasaran harganya mahal,” ujarnya.

Dalam panen buah Durian ini, Wagub Farid Wadjdy berkesempatan berdialog dengan petani, memberikan bantuan obat-obatan untuk hama penggerek batang, serta berkesempatan melakukan aplikasi obat ke batang pohon durian dan panen durian secara simbolis.(yul/hmsprov)

Foto: Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy memamerkan buah durian yang dipanen. (yuliawan/humasprov kaltim).

Berita Terkait