Budayakan Jiwa dan Semangat Kepedulian, Puisi Karya Gubernur dan Wagub Dilelang

SAMARINDA - Puisi  karya  Gubernur Kaltim H Isran Noor berjudul Gempa Itu dan puisi Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi berjudul Negei Tanpa Batas dilelang. Puisi karya Wagub dilelang bersama enam puisi lainnya karya tokoh-tokoh masyarakat Kaltim pada Pagelaran Seni Teater, Lelang Puisi - Lagu serta Dzikir Akbar untuk korban bencana Palu, Sigi dan Donggala bertajuk Membaca Bencana yang diselenggarakan Forum Seniman Peduli Kaltim (FSPK) di GOR Segiri Samarinda, Rabu (17/10).

Hadi sangat mengapresiasi gelaran seni dan teater itu sebagai ajang menggalang kepedulian warga Kaltim terhadap para korban bencana. "Kepedulian kita memang harus terus ditingkatkan. Bahkan kepedulian dijadikan budaya dalam jiwa dan semangat hidup sehari-hari," katanya.

Wagub berharap kepedulian yang dilakukan elemen masyarakat seperti FSPK menjadi motor bagi masyarakat Kaltim untuk membantu saudara-saudara sebangsa yang tertimpa bencana. Kegiatan amal oleh FSPK menghadirkan Haddad Alwi, ulama, tokoh masyarakat dan seniman/seniwati Kaltim.

Pada gelaran Forum Seniman Peduli Kaltim selain karya-karya seniman dan tokoh Kaltim juga dibacakan puisi karya Gubernur Kaltim H Isran Noor berjudul Gempa dan Tsunami oleh Anggi Iswari.

Hadir Gubernur Kaltim dua periode (2008-2018) Dr H Awang Faroek Ishak dan Ketua Dewan Kesenian Daerah Kaltim Sjafril Teha serta para pelaku seni Kaltim. Hadi memberi kata-kata motivasi. "Belajarlah Matematika agar kuat nalarmu dan belajarlah sastra agar lembut hati dan perangaimu".

Sementara itu Awang Faroek Ishak membacakan 2 puisi berjudul Allah Maha Kuasa dan Kita Tanya Pada Rumput yang Bergoyang. Semua puisi itu dilelang oleh penyelenggara. Puisi yang dibaca dan dilelang adalah puisi karya Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Walikota Samarinda H Syaharie Ja'ang, Yos Soetomo dan H Ambo Dalle. (yans/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation