Buddhist Center Samarinda Diresmikan

SAMARINDA - Pembangunan Buddhist Center di Jalan DI Panjaitan Samarinda yang telah rampung dan diresmikan Sekjen Kementerian Agama Nur Syam yang didampingi Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak. 

Selain dari Kementrian Agama dan Gubenur Kaltim, peresmian juga dihadiri jajaran Kodam VI Mulawarman, Kepolisian, tokoh agama, masyarakat, Pemkot Samarinda, DPRD Samarinda dan Kaltim dan sejumlah tokoh lainnya. Bahkan, para pemuka agama dari sejumlah negara.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam sambutannya mengatakan, bangunan yang dibuat sejak 2008 ini merupakan hasil kerja keras sejumlah pihak yang bersama-sama memiliki keinginan mewujudkan bangunan yang disebut-sebut sebagai terbesar se-Asia Tenggara.

"Bangunan yang beridiri di atas lahan satu hektar lebih ini menunjukkan bahwa kita telah bergotong royog mewujudkan gedung ini dengan semua pihak. Termasuk dari pihak Pemda Kaltim yang masih akan terus membangun pusat-pusat keagamaan lain di Kaltim," katanya.

Budhist Center yang memiliki seluas 10.600 meter persegi, terlihat megah. Bagian luar bangunan dilapisi keramik. Buddhist Center terdiri dari tiga bagian yang saling terhubung.

Bangunan utama terdiri atas tiga lantai. Bangunan di sisi kiri dan kanan terdiri dari lima lantai. Sementara lantai dasar (ground floor) menjadi lahan parkir kendaraan. Untuk menuju masing-masing lantai disiapkan dua lift. Juga ada tangga (termasuk tangga darurat) di bagian depan dan belakang gedung.

Bangunan utama terdiri dari Graha Sakyamuni untuk bersembahyang seluruh mazhab Umat Buddha, ballroom dan altar untuk sembahyang Umat Buddha Maitreya serta di gedung itu juga akan berkantor DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kaltim, Sekretariat DPD Indonesia Vegetarian Society (IVS) dan Vegan Society of Indonesia (VSI). 

"Buddhist Center ini juga akan menjadi wahana wisata religi dan wisata budaya. Gedung bisa menjadi bagian silaturahmi umat Buddha kepada seluruh lapisan masyarakat. Yang jelas, gedung ini harus mampu meningkatkan SDM dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Mari jaga persatuan dan kesatuan yang sudah terjalin sangat baik di Bumi Etam," katanya. (rus/sul/es/hmsprov).

Berita Terkait