Buka Keterisolasian Pendidikan Ibu Kota Negara Kalimantan Timur

launching Digitalisasi Pendidikan dan Distance Learning (syaiful/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Era digitalisasi tantangan sekaligus peluang dalam kemajuan daerah. Terlebih upaya membangun sumber daya manusia (SDM).

Keterbukaan dan kemajuan teknologi informasi menjadi jembatan pembuka keterisolasian dunia pendidikan.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan terobosan belajar di dunia maya. Langkah awal dilakukan launching Digitalisasi Pendidikan dan Distance Learning.

Launching dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi bersamaan peringatan Hari Guru Nasional 2019 dan HUT ke-74 PGRI di Planery Hall Sempaja Convention Hall Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda, Senin (25/11/2019).

"Pembelajaran melalui sistem digitalisasi akan membuka keterisolasian pendidikan Kaltim. Anak-anak kita yang jauh di pedalaman, pesisir dan daerah terluar bisa belajar hanya dengan membuka gadget atau HP Androidnya," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Anwar Sanusi saat mendampingi Wagub melakukan video konference dengan guru dan siswa SMA Negeri Tanah Grogot Paser dan SMK Negeri 1 Sangatta Kutim.

Guna menunjang program inovatif ini, lanjut Anwar, pihaknya bersama instansi terkait membangun infrastruktur dan bantuan sarana prasarananya. 

"Target kita Satu Siswa Satu Android dan Satu Guru Satu Komputer. Kedepan, dalam program digitalisasi ini maka satu guru bisa mengajar seribu anak secara online," sebutnya.

Untuk pilot project ungkapnya, ada sepuluh sekolah (masing-masing kabupaten dan kota satu sekolah). Target tahun 2024 sudah menjangkau seluruh Kaltim, seiring pembangunan ibu kota negara Indonesia, Kalimantan Timur terbangun.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait