Bukti Komitmen Pemerintah Tuntaskan Konektivitas Wilayah Perbatasan

Tembusnya  Infrastruktur Jalan Darat ke Perbatasan Mahulu

SAMARINDA- Pembangunan infrastruktur jalan darat  di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu)  khususnya menuju ke daerah perbatasan yang sudah tembus sampai ke Kampung Long Lunuq Kecamatan Long Pahangai (Mahulu)  merupakan bukti keseriusan pemerintah, baik pemerintah kabupaten Mahulu, Pemprov Kaltim maupun pemerintah Pusat dalam menuntaskan konektivitas antar kabupaten, kecamatan khususnya untuk wilayah perpatasan.

Plt Sekprov Kaltim  H Rusmadi mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan dalam upaya menuntaskan konektivitas antar kabupaten, kecamatan  memang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah  RPJMD Provinsi Kaltim priode tahun 2009-2013, kemudian dilanjutkan 2013-2018 dan memang menargetkan RPJMD Provinsi Kaltim untuk  pembangunan infrastruktur  di Mahulu khususnya tembus ke perbatasan selesai 2018.

"Long trip yang dilakukan oleh Kemenhan RI, kemarin  itu menjadi bukti bahwa Pemprov Kaltim bersama dengan Pemkab Kubar, Mahalu serta Pemerintah pusat berkomitmen tinggi untuk menyelesaikannya," kata Rusmadi, akhir pekan lalu.

Penuntasan wilayah perbatasan, lajut Rusmadi  memang  sudah ada kesepakatan-kesepakatan untuk pembagian tugas dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan  menuju Mahulu, dari Melak (Kubar) dan posisi Tering  itu diselesaikan oleh Pemkab Kubar, kemudian Tering  menuju Ujoh Bilang itu diselesaikan oleh Pemkab Mahulu, sedangkan dari Ujoh Bilang menuju Kecamatan Long Pahangai- Long Apari diselesaikan oleh Pemprov Kaltim.

"Sementara   Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)  dari perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) menuju ke Kecamatan  Long Apari menuju Long Pahangai,"ujarnya.

Untuk pembangun infrastruktur jalan darat  untuk wilayah perbatasan, kebijakan-kebijakan yang diambil tidak lagi konfensional karena medannya sangat berat sehingga mobilitas alat berat tentunya juga sangat berat, sehingga pembangunan jalan dari Long Pahangai menuju ke Long Apari itu  Pemprov Kaltim   bekerjasama dengan TNI.

"Untuk pembangunan infrastruktur jalan tersebut memang  masih kurang lebih 4 km, dan itu merupakan  penuntasan kita untuk konektivitas wilayah perbatasan khususnya untuk Kecamatan Long Apari," harap Rusmadi.

Sementara Kepala Koordinator Wilayah Kaltim Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Kolonel Laut Agus Subagyo. mengatakan akses jalan menuju kawasan perbatasan negara yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) maupun antar kecamatan se Kabupaten Mahulu ditarget sudah bisa tembus awal November mendatang.

"Program kerjasama  Pemprov Kaltim dengan Datasemen Zeni Tempur (Denzipur) sudah tembus awal November. Saat ini hanya sisa 4 kilometer lagi. Sudah koordinasi juga dengan Denzipur dalam waktu dekat sisa 4 kilometer itu sduah bisa ditembus,” kataAgus Subagyo, seusai memimpin rombongan kunjungan kerja ke kawasan perbatasan negara, Kamis (22/10) lalu.

Diakui sebenarnya kunjungan kerja yang dilakukan sekaligus untuk melihat progres dan kondisi pembukaan jalan perbatasan. Hanya saja belum sepenuhnya jalan terhubung sampai Kecamatan Long Apari yang merupakan wilayah berbatasan dengan negara tetangga.

Nantinya, kalau jalan darat sudah tembus, dia beserta  gubernur  atau wakil Gubenur Kaltim,  Denzipur, Pj Bupati, Kepala Dinas Pekerjaaan Umum akan kembali melakukan long trip hingga Kecataman Long Apari.

Di daerah yang strategis akan dibuat semacam prasasti dari batu gunung berukuran besar diletakan di sisi jalan. Ini sebagai monumen yang nantinya menjadi simbol dan penghargaan bagi pihak terlibat membuka keterisolasian  akses jalan kawasan perbatasan.

"Pihak-pihak terkait yang pertama kali melintasi jalan perbatasan akan tanda tangan di prasasti tersebut. Sebagai bukti keseriusan kita membangun kawasan perbatasan dengan berupaya menghubungkan akses jalan yang selama ini belum terbuka," jelasnya.(mar/hmsporv)

//Foto: Jalan tembus di Mahakam Ulu. (syaiful/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait