Bumi Kita Hanya Satu, Mari Bersama Menjaganya

Ist

SAMARINDA – Penduduk dunia sudah bersepakat, 22 April menjadi Hari Bumi atau Earth Day. Namun tahun ini, Hari Bumi harus rela diperingati dalam suasana yang lebih senyap, karena pandemi virus corona (Covid-19).

Virus yang disebut-sebut berasal dari kelelawar itu telah  melumpuhkan kesombongan manusia atas bumi. Sejumlah negara terpaksa harus melakukan lockdown, sementara negara lainnya harus melakukan pengetatan aktivitas masyarakat dan industri dengan pembatasan sosial melalui sosial distancing dan physical distancing demi mencegah penyebaran Covid-19. Hampir semua negara dibuat tak berdaya oleh mahluk super kecil yang secara kasat mata tidak terlihat.

“Tentu ini menjadi pelajaran bagi manusia untuk lebih bijak terhadap bumi. Memberi kesempatan  kepada bumi beristirahat sejenak dan memperbaiki dirinya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Encek Achmad Rafidin Rizal, Rabu (22/4/2020).

Dampak keserakahan manusia atas bumi yang sudah berlangsung cukup lama, sesungguhnya telah memberi banyak isyarat. Pemanasan global dan perubahan iklim. Tapi manusia masih terus abai dengan keserakahannya atas bumi.  

Sampai akhirnya virus corona datang untuk mencari tempat hunian baru. Sebab mereka tidak lagi menemukan hewan-hewan liar di dalam hutan  yang biasanya menjadi inang mereka, akibat eksploitasi atas bumi. 

Rizal menjelaskan  saat ini Pemprov Kaltim terus berupaya dan mendukung aksi-aksi penurunan emisi yang dilakukan oleh banyak pihak dalam wilayah administrasi dengan cara mencegah dan meminilisasi degradasi dan deforestasi, mengurangi timbulan sampah terutama sampah plastik, dan mengelola sungai yang menjadi sumber air bersih.

Selain itu, pemanfaatan ruang secara terencana, penggunaan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan serta hilirisasi industri menjadi tujuan yang harus dicapai untuk meningkatkan kesejahteraan untuk Kalimantan Timur.

“Yang harus kita pahami bersama, bahwa kita hanya memiliki satu bumi. Dimana lebih dari lima  miliar manusia tinggal di dalamnya. Maka sudah sepantasnya kita menjadi manusia yang bisa berkontribusi positif untuk bumi tempat kita tinggal, dan bukan sebaliknya. Selamat Hari Bumi,” tutup Rizal. (sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation