Cara Kaltim Menarik Minat Investor

Iklim Investasi yang Baik Didukung Pelayanan Prima

SAMARINDA–Kaltim memegang posisi strategis dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor III Kalimantan, baik dari penetapan lokus kegiatan ekonomi utama maupun jumlah dan nilai investasi yang tercatat.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan dari tujuh lokus yang terdapat dalam Koridor III Kalimantan, empat lokus yaitu lokus 1,2,3 dan 7 berada di Kaltim dengan 157 rencana investasi yang nilainya mencapai Rp688,3 trilliun.

Investasi itu terdiri dari bidang infrastruktur sebanyak 43 proyek, peternakan dan perikanan kelautan 20 proyek, kelapa sawit 36 proyek, perkayuan/Hutan Tanaman Industri 16 proyek, industri gas dan kondensat/plantation dan oleochemical 10 proyek, pariwisata 4 proyek, karet 2 proyek, batubara 14 proyek dan migas 10 proyek.

“Besarnya nilai dan minat investasi di Kaltim, selain didorong oleh keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, juga merupakan salah satu keberhasilan Kaltim dalam menciptakan iklim investasi berupa pelayanan prima bagi calon investor, termasuk memberikan kepastian hukum serta didukung dengan suasana aman dan kondusif,” ungkap Awang Faroek belum lama ini.

Awang Faroek menjelaskan keberhasilan dalam menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Kaltim telah mendapatkan pengakuan internasional. Berdasarkan hasil survey dan kajian dari National University of Singapore (NUS), Lee Kuan Yew Asia Competitiveness Institute terkait Analisis Kompetitif dan Strategi Pengembangan di 33 provinsi Indonesia, Kaltim menduduki peringkat ketiga nasional dibawah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Ada empat sub kategori yang menjadi komponen analisis kompetitif dan strategi pengembangan yang dilakukan oleh NUS. Keempat sub kategori tersebut, yakni macroeconomic stability dimana Kaltim menduduki peringkat 4, government and institutional setting peringkat 17, financial, business and manpower conditions peringkat 2 dan quality of life and infrastructure development peringkat 4.

“Ini bukti kita merupakan provinsi terbaik di luar Pulau Jawa untuk analisis kompetitif dan strategi pengembangan. Ini akan terus kita tingkatkan, seiring dengan semakin pesatnya pembangunan di Kaltim yang didukung dengan keamanan dan ketertiban daerah yang terus terpelihara dengan baik,” jelasnya.

Dari ratusan proyek yang masuk dalam rencana investasi MP3EI di Kaltim, Awang menyebut pengembangan kawasan industri menjadi fokus dalam upaya mewujudkan transformasi ekonomi kedepan, dari perekonomian berbasis sumber daya alam (SDA) tak terbarukan menuju perekonomian berbasis SDA terbarukan.

Seiring dengan diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) oleh Menko Perekonomian Chairul Tanjung beberapa waktu lalu, maka hal itu akan memacu percepatan pengembangan kawasan industri di wilayah utara Kaltim, khususnya di Kutai Timur dan sekitarnya. Dimana berbagai macam industri akan dikembangkan, seperti batu bara, kelapa sawit, aluminium dan lainnya.

“Industri hilir dari kelapa sawit, batu bara dan lainnya akan kita kembangkan di Maloy. Ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan hanya di kawasan Indonesia Timur, tetapi juga Asia Tenggara,” ucapnya. (her/sul/hmsprov)

Berita Terkait