Cegah Kasus Tindak Kekerasan Anak

SAMARINDA – Maraknya kriminalitas dan tindak kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur baik sebagai pelaku maupun korban, maka masyarakat harus menguatkan ketahanan dalam keluarga.

"Maraknya kasus kriminal maupun tindak kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur sangat memprihatinkan. Kita perlu menguatkan kembali ketahanan dalam keluarga,"  kata Kepala Badan Pemberdayaan Anak dan KB Kaltim Hj Halda Arsyad, Rabu (25/5).

Didampingi Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Hj Hardiana Muryani, dia menjelaskan saat ini terjadi kerapuhan dalam keluarga yang disebabkan tidak terjalinnya komunikasi yang harmonis.

Menurut dia, kesibukan para orang tua dalam bekerja sehari-hari akhirnya melalaikan kewajiban dalam pembinaan dan pengawasan terhadap anak-anaknya. Halda menerangkan pihak keluarga tidak dapat sepenuhnya menyerahkan tanggungjawab pembinaan dan pengawasan anak terhadap sekolah.

Padahal lanjutnya, sebagian besar waktu anak-anak berada di rumah, sementara di sekolah hanya beberapa jam saja, sehingga kewajiban dan tanggungjawab pengawasan maupun pembinaan sepenuhnya masih berada pada orangtua.

"Kondisi saat ini menjadi peringatan bagi orangtua yang terlalu sibuk sehingga melalaikan kewajiban dan tanggungjawab untuk membina dan mengawasi anak-anaknya,” tegas Halda.

Selain itu, keterbukaan teknologi informasi sekarang ini sudah hampir tidak ada batasnya sehingga siapa saja dengan mudah dapat mengakses sesuatu tanpa dapat disaring atau dibatasi.

Misalnya, anak-anak yang dibekali orangtua dengan perlengkapan alat komunikasi berupa ponsel (telepon seluler) maupun android (komputer pintar).

Apabila tidak dilakukan pengawasan yang baik maka media itu dapat memicu mereka melakukan hal negatif  karena kebiasaan melihat dan menyaksikan hal buruk di media tersebut.

"Inilah pentingnya kita menguatkan kembali ketahanan dalam keluarga dengan membangun komunikasi yang baik dan intens antara orangtua dengan anak-anaknya. Selain akan terjalin hubungan yang harmonis juga mencegah hal-hal negatif yang dilakukan anak,” ungkap Halda. (yans/sul/es/humasprov)   

Berita Terkait
Government Public Relation