Cermin Negara Maju Hidup Berdisiplin

Gubernur Ajak Budayakan Tertib di Segala Hal

  SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak seluruh elemen masyarakat Kaltim untuk meningkatkan budaya disiplin di segala hal. Ciri negara maju adalah ketika rakyat secara masiv mau berdisiplin dan membangun budaya antri. 

“Masih  banyak diantara kita  menganggap remeh dan melanggar peraturan. Cermin negara maju adalah ketika masyarakatnya sudah hidup berdisiplin dalam segala hal,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak pada Sosiaisasi Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Tingkat Provinsi Kaltim di halaman  Kantor Gubernur Kaltim, Ahad (2/2).

Contoh sederhana sikap disiplin itu  misalnya menyeberang jalan harus di tempat  yang telah disediakan. Tidak menyeberang semaunya. Begitu juga penguna kendaraan bermotor harus menaati rambu-rambu lalu lintas. “Salah satu budaya tertib adalah mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” seru gubernur.

Penanaman sikap disiplin harus dilakukan sejak dini atau sejak usia sekolah dasar  sehingga ketika dewasa sikap disiplin itu tetap terpatri di sanubari mereka. Gubernur juga berharap para walikota dan bupati dengan bimbingan Dinas Perhubungan agar menyediakan infrastruktur jalan yang memadai, dengan melakukan perbaikan-perbaikan jalan yang rusak, juga membenahi rambu-rambu lalu lintas.

Pemerintah daerah juga diminta melengkapi sarana publik berupa halte di sejumlah titik bagi masyarakat yang menunggu angkutan kota atau taksi. Begitu juga sarana penyeberang jalan atau zebra cross harus tercukupi sehingga masyarakat saat menyeberang tidak menyebrang di sembarang tempat.

"Saya intruksikan agar tidak ada lagi jalan yang rusak yang bisa menghambat aktivitas masyarakat. Dinas Perhubungan harus memastikan setiap kendaraan harus diperiksa kelayakan standar keselamatannya. Segera benahi peraturan-peraturan keselamatan baik di jalan, sungai maupun laut dan danau," tegasnya.  

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan bidaya antri, karena budaya antri merupakan ciri-ciri negara modern. Gubernur juga memberi perhatian agar Dinas Perhubungan dan Syahbandar  yang mengatur lalu lintas di air, agar melakukan petertiban kepada para pelanggar sebab hingga saat ini masih sering terjadi kecelakaan di wilayah perairan.

"Dengan sikap disiplin, kita akan mampu meningkatkan keamanan lalu lintas baik darat, laut, udara maupun di sungai," tegas Awang.

Kenyamanan dan keselamatan berjalan maupun berkendara adalah idaman semua orang. Untuk itulah Pemprov Kaltim akan terus  berusaha membangun dan membenahi infrastrur jalan dan jembatan serta menyediakan sarana dan prasarana penunjang lainnya. Pemerintah kabupaten dan kota diminta melakukan hal serupa.

"Jangan biarkan ada jalan umum berlubang, berlumpur dan sulit dilalui. Tegakkan disiplin berlalu lintas, ciptakan keamanan dan ketertiban di terminal-terminal bus dan parkir kendaraan yang sesuai dengan tempat yang telah disediakan," tegasnya.

Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kepolisian Daerah Kaltim yang telah meluncurkan Kurikulum Lalu Lintas untuk siswa yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Dengan kurikulum  lalu lintas tersebut diharapkan agar para siswa dari tingkat SD, SMP maupun SMA dapat memahami pengetahuan berlalu lintas dengan baik. 

Apresiasi juga diberikan gubernur atas inovasi yang dilakukan Polda Kaltim dan Dinas Pendidikan Kaltim yang beberapa waktu lalu  menggelar Cerdas Cermat Pendidikan Lalu lintas Siswa SMA Tingkat Kaltim.

Melalui pendidikan berlalu lintas, masyarakat pengguna jalan raya khususnya kalangan pelajar akan mendapat pemahaman atau ilmu tentang bagaimana berkendara dan menggunakan jalan raya secara benar sesuai Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009. (sar/hmsprov).

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (kedua dari kanan) pada Sosiaisasi Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Tingkat Provinsi Kaltim di halaman  Kantor Gubernur Kaltim. (fajar/humasprov kaltim).

Berita Terkait