Cetak 13.827 Hektare Sawah

Pengembangan Program Pertanian Dalam Arti Luas

Pemerintah Provinsi Kaltim dibawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak telah menetapkan program prioritas pembanguna pertanian dalam arti luas. Meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan serta perikanan dan kelautan termasuk kehutanan melalui HTI.
Misalnya, saat ini peerintah daerah konsentrasi melakukan pengembangan food and rice estate di seluruh kabupaten di Kaltim. Apalagi, program pertanian dalam arti luas ini masuk dalam program induk pembangunan nasional berupa MP3EI (masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia).
Pengembangan food and estate di 10 kabupaten di Kaltim dengan seluasan 200.000 hektare, namun  lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman pangan mencapai 384.000 hektar, pada tahap awal terlah dikembangan 50.000 hektar di kawasan Delta Kayan Kabupaten Bulungan.
Mewujudkan swasembada beras, telah dilakukan percetakan sawah baru setiap tahun, sejak 2008 seluasannya mencapai 2.023 hektare, pada 2009 800 hektare dan 2010 seluas 600 hektare serta pada 2011 tercetak sawah 2.604 hektar bersumber dana APBN dan APBD.
Tahun 2012 cetak sawah tercatat bertambah  seluas 5.950 hektar sedangkan 2013 ditarget seluas 1.850 hektar. Sehingga, total cetak sawah sejak 2008 hingga 2013 adalah seluas 13.827 hektar.    
Sektor pertanian dalam arti luas terus dikembangkan guna mencapai swasembada pangan termasuk diversifikasi pangan melalui pengembangan komoditas pertanian tanaman pangan lainnya yang potensial dikembangkan di daerah.
Pemenuhan kebutuhan konsumsi beras untuk tahun ini mencapai 449.498 ton atau mampu mencukupi 3.977.861 jiwa. Sedangkan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 566.973 dengan produksi siap konsumsi 355.719 ton atau 79,14 persen.
Misalnya, Jagung penyediaannya mencaapi 46,67 persen dan Kedelai sekitar 4,67 persen, Kacang tanah sekitar 10,97 persen dan Kacang Hijau 9,68 persen, Ubi kayu 147,87 persen dan Ubi jalar 73,85 persen dan sayuran 60,08 persen serta buah-buahan sekitar 83,01 persen.
Pengembangan lahan komoditi buah-buahan terus ditingkatkan. Misalnya, Jeruk Keprok target 5.000 hektar dan Pisang seluas 5.000 hektar. sedangkan buah Lai/Durian sekitar 1.500 hektar dan  Pepaya seluas 150 hektar.
Selain itu untuk memotivasi pengembangan kegiatan sektor pertanian dalam arti luas bagi masyarakat, maka telah terbentuk lembaga pelatihan di tingkat desa berupa Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) di seluruh kabupaten dan kota.
Jumlah lembaga ini di Kaltim sebanyak 44 unit yang tersebar  di 14 daerah. Masing-masing di Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat tujuh P4S dan Samarinda dua unit. Kabupaten Bulungan terdapat satu unit dan Bontang sebanyak dua unit serta Tarakan empat unit. Kabupaten Tana Tidung terdapat satu unit dan Nunukan  sebanyak empat unit.
Semantara itu Balikpapan terdapat dua unit dan Penajam Paser Utara serta Kabupaten Paser dan Malinau masing-masing sebanyak lima unit. Kutai Barat terdapat dua unit dan Kutai Timur tiga unit serta Berau satu unit.
Kegiatan ini sebagai bentuk dan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani di Kaltim.  Termasuk ketersediaan tenaga penyuluh lapang pertanian yang saat ini berjumlah 855 orang terdiri dari  741 orang penyuluh pertanian serta penyuluh perikanan 80 orang dan penyuluh kehutanan terdapat 34 orang.
Selain itu, Pemprov sejak 2010 telah disalurkan Biaya Operasional Penyuluh (BOP) maupun subsidi bagi penyuluh yang nilianya mencapai Rp7 miliar pertahun. Khususnya, untuk memberikan insentif bagi para penyuluh masing-masing Rp750.000 perorang perbulan.
Sedangkan untuk subsektor perkebunan pada komoditi kelapa sawit hingga tahun 2012 luas areal mencapai 972.802 hektar terdiri  226.765 hektar tanaman plasma/rakyat dan  17.237 hektar milik BUMN (inti) serta 717.825 hektar Perkebunan Besar Swasta.
Produksi TBS (Tandan Buah Segar) sebesar 5.734.464 ton atau setara dengan 1.032.204 ton CPO (Crude Palm Oil) pada tahun 2012. Dari sejumlah perusahaan perkebunan besar swasta yang telah memperoleh izin pencadangan (ijin lokasi) sementara ini yang telah beroperasi membangun kebun dalam skala yang luas baru sebanyak 330 perusahaan.  (tim humasprov/hmsprov)

// Foto: Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak menyerahkan bantuan untuk petani di Kutai Kartanegara. (dok/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait