Ciptakan Kehidupan Rukun dan Harmonis di Kaltim

Ciptakan Kehidupan Rukun dan Harmonis di Kaltim

 

SAMARINDA–Dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Kaltim, perlu dilakukan antisipasi secara dini berbagai permasalahan dan gejolak sosial yang berpotensi menjadi konflik. Terlebih pada kondisi saat ini, Kaltim dengan 10 kabupaten/kota memiliki berbagai macam etnis yang hidup membaur di lingkungan masyarakat.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan selama ini Kaltim sangat kondusif. Namun, setiap pihak harus terus mewaspadai setiap permasalahan sosial yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan dalam warga besar masyarakat Kaltim.

“Setiap permasalahan sosial yang ada jangan disikapi dengan menonjolkan derajat dan kehebatan suatu suku dan agama dengan suku dan agama lainnya, tetapi hiduplah secara harmonis, rukun, penuh toleransi, gotong-royong dan saling menghormati,” kata Awang Faroek.

Awang Faroek menjelaskan salah satu isu strategis yang dihadapi Kaltim dalam pelaksanaan pembangunan adalah pertambahan penduduk yang cukup tinggi. Pertambahan penduduk itu bukan hanya disebabkan oleh kelahiran, melainkan tingginya migrasi dari provinsi luar Kaltim.

Karena itu, ujar dia, masalah kependudukan di Kaltim tergolong cukup berat. Kaltim merupakan magnet bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Sehingga migrasi penduduk dari provinsi lain di Indonesia tidak terhindarkan. Tujuannya adalah untuk mencari usaha dan lowongan perkerjaan.

“Namun, tidak semua pendatang tertampung dalam lapangan pekerjaan dan usaha, karena ketidaksesuaian keahlian (skill) yang diperlukan, sehingga banyak yang menjadi pengangguran dan menimbulkan masalah sosial,” ujarnya.

Pada dasarnya, sebut dia, Pemprov Kaltim tidak bisa menghalangi orang datang ke Kaltim, untuk hidup dan berusaha. Akan tetapi, khusus bagi warga pendatang yang bermukim di Kaltim agar senantiasa memperkuat tali silaturrahmi dengan sesama warga lainnya.  Dan selalu memegang teguh nasihat nenek moyang, yaitu “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

“Mari kita hidup saling berdampingan. Bekerja, berkarya dan bersama-sama membangun Kaltim dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta mewaspadai terhadap hal-hal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat,” pesannya. (her/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation