Ciptakan Keluarga Kecil Berkualitas

 

Revitalisasi  Program Kependudukan dan KB

SAMARINDA - Untuk lebih suksesnya program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) maka penting  dilakukan Revitalisasi Program Kependudukan dan KB di Kaltim.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Administrasi dan Umum Setdaprov Kaltim Meiliana, meyakini bahwa jika program KB berhasil, maka bisa dipastikan kehidupan keluarga akan lebih baik dan sejahtera.

Menurut dia, tujuan utama program KB  adalah untuk  membantu keluarga termasuk individu, sehingga masyarakat mengerti hak dan kewajiban dalam kehidupan berkeluarga agar terwujud keluarga kecil yang lebih berkualitas.

“Laju pertumbuhan penduduk mencapai 3,82 persen. Kondisi ini merupakan permasalahan yang perlu kita waspadai bersama-sama,” kata gubernur pada Rapat Telaah (Review) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tahun 2014 di Ruang Tepian I, Kamis (21/8).

Berdasarkan hasil sensus tahun 2010 jumlah penduduk Kaltim meningkat cukup tajam. Sensus  tahun 2000 jumlah penduduk sebesar 2,4 juta jiwa menjadi 3,5 juta jiwa pada 2010 dan sampai tahun 2013 telah mencapai  kurang lebih 4,5 juta jiwa.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut lanjut gubernur, salah satu pemecahannya adalah melalui akselerasi program KKBPK. “Program ini sebagai upaya untuk mewujudkan penduduk dan keluarga yang lebih berkualitas,” jelasnya.

Selain itu, posisi kelembagaan program KB di kabupaten/kota harus kuat yang lebih mengarah pada posisi kelembagaan yang utuh yaitu berbentuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah dengan tenaga lapangan (PKB dan PLKB) yang memadai.

“Tenaga PKB/PLKB merupakan tulang punggung keberhasilan program KKB. Permasalahan kependudukan kita sudah mendesak untuk ditangani secara bersama-sama dan berkelanjutan,” harapnya.

Semetara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Yenrizal Makmur mengatakan pihaknya terus menggalakkan berbagai program Kependudukan dan KB di seluruh wilayah Kaltim termasuk Kaltara.

“Kami terus  melakukan upaya promosi, perlindungan dan bantuan dalam mewujudkan hak-hak reproduksi serta penyelenggaraan, pelayanan, pengaturan dan penyediaan dukungan yang diperlukan daerah,” ujar Yenrizal.

Diharapkan melalui kegiatan di tingkat lapang itu akan terbentuk penduduk dan keluarga dengan usia kawin yang ideal. Mampu mengatur  jumlah anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta membina ketahanan dan kesejahteraan penduduk dan keluarga.

“Program KKBPK terhadap  upaya pengendalian kelahiran hanya salah satu dan bukan satu-satunya tujuan program. Tahapan keluarga sejahtera ditingkatkan dengan mengurangi keluarga pra sejahtera, sehingga kemiskinan berangsur-angsur berkurang,” ungkapnya.

Review program KKBPK tahun 2014 dihadiri Kepala Biro Kepegawaian BKKBN Pusat Retno Munfa’ati dan Kepala BPPKB Kaltim Hj Ardiningsih serta pimpinan dinas/badan yang menangani KKB kabupaten dan kota se-Kaltim dan Kaltara. (yans/sul/hmsprov)

/////Foto : Asisten Administrasi Umum Pemprov Kaltim Meiliana (tengah) bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Yenrizal Makmur (kiri) dan Kepala Biro Kepegawaian BKKBN pusat Retno Munfaati. Dua anak cukup. (masdiansyah/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation