Ciri Kurikulum 2013, Empat Elemen SNP

SAMARINDA–Perubahan yang menjadi ciri Kurikulum 2013 adalah menyangkut empat elemen Standar Nasional Pendidikan (SNP). Keempat elemen tersebut meliputi standar kelulusan, standar isi, standar proses dan standar penilaian.
Sebagai contoh ungkap Kepala Bidang Pembinaan SMP dan SMA Dinas Pendidikan Kaltim Asli Nuryadin, standar proses yang semula fokus pada eksplorasi dan konfirmasi akan dilengkapi dengan mengamati, bertanya, mengeksplorasi, menyaji, menyimpulkan dan mencipta.Menurut dia, melalui standar proses diharapkan terjadi kegiatan pembelajaran yang berbasis pemecahan masalah (problem/project based learning) dan berbasis penelitian (discovery/inquiry learning).
“Seiring dengan proses pembelajaran itu, diharapkan guru dapat melakukan penilaian otentik atau penilaian tidak hanya berdasar tes saja melainkan mengukur semua kompetensi mencakup aspek sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasar proses dan hasil,” kata Asli Nuryadin saat Seminar Implementasi Kurikulum 2013 di Samarinda, Kamis (17/10).
Pembaruan sistem pendidikan nasional sangat diperlukan termasuk perubahan (penyempurnaan) kurikulum karena memiliki posisi pada sebuah pendidikan tingkat makro (nasional) yang diharapkan mampu menciptakan SDM berkualitas dan beradab. Karena berpendidikan dan berpengetahuan serta berketerampilan dan berbudaya (berkaraker kuat) pada gilirannya berdampak pada kemajuan bangsa dan negara.
Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berguna untuk membentuk daya saing karakter bangsa.Seluruh kompetensi yang dihasilkan melalui perubahan kurikulum diperlukan guna mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan global.
Kurikulum 2013 dinyatakan berlaku efektif oleh Kemendikbud sejak tahun ajaran 2013-2014.“Jika kondisi ideal itu tercapai maka peserta didik mempunyai keseimbangan antara kompetensi hard skill dan soft skill melalui aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan,” ujar Asli. (yans/hmsprov)
 

Berita Terkait