Covid Bukan Aib, Tapi Masalah Bersama

Foto : Dok. Humas

Stigma masyarakat bagi orang dalam pemantauan dan  pasien dalam pengawasan, terlebih pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus dihilangkan.

 

"Ini (positif Covid 19) bukanlah aib. Tapi masalah yang harus bersama kita hadapi dan selesaikan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak saat konferensi pers terkait penanganan Covid-19 melalui video conference di Samarinda, Senin (27/4/2020).

 

Menurut Plt Kepala.Dinas Kesehatan Kaltim ini, anggapan dan penilaian negatif masyarakat terhadap penderita Covid dan keluarga semakin memperburuk kondisi mereka.

 

Selayaknya, masyarakat memberikan dukungan moril dan motivasi agar para ODP, PDP dan pasien terkonfirmasi beserta keluarganya mampu melewati masa-masa kritis dengan tenang, sehingga mempercepat kesembuhan.

 

Demikian pula, bagi orang-orang yang pernah bepergian dari daerah pandemik (transmisi lokal) maupun pernah kontak erat dengan terkonfirmasi positif serta para ODP untuk tidak sungkan melaporkan diri kepada petugas kesehatan maupun aparat hingga RT.

 

"Semakin cepat deteksi kita, maka semakin cepat pula perawatan dilakukan sehingga kian besar peluang cepat pulih," ungkap Andi Ishak.

 

Kondisi terakhir perkembangan Covid-19 di Kalimantan Timur hingga Senin (27/4/2020), untuk ODP (orang dalam pemantauan) ada penambahan 109 orang sehingga jumlahnya 6.769 orang, selesai pemantauan bertambah 136 orang (total 5.849 orang) dan 920 orang masih dalam proses pemantauan.

 

Untuk PDP (pasien dalam pengawasan) bertambah 13 kasus sehingga jumlahnya 499 orang. Terdiri terkonfirmasi negatif ada penambahan 19 kasus sehingga total 215 orang, 107 orang terkonfirmasi positif dan 176 orang menunggu hasil laboratorium. Sementara 12 orang dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia.(yans/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait